Penutupan Dubai Airshow pada Jumat (21/11/2025) sore, seketika mencekam. Sebuah jet tempur Tejas milik Angkatan Udara India jatuh di antara kerumuman penonton. Foto: Gulf News
JAKARTA, (ERAKINI) - Penutupan Dubai Airshow pada Jumat (21/11/2025) sore, sekitika mencekam. Sebuah jet tempur Tejas milik Angkatan Udara India jatuh dan meledak di antara kerumuman penonton.
Tragedi ini terjadi hanya beberapa menit setelah memasuki area atraksi. Dubai Airshow, salah satu pameran dirgantara terbesar di dunia, tahun ini dibuka pada 17 November dan diikuti lebih dari 1.500 peserta.
Dilansir Gulf News, sejak pagi arena Dubai Airshow dipadati pengunjung yang antusias menyaksikan putaran terakhir atraksi aerobatik. Penutupan yang semula meriah langsung berubah menjadi momen penuh kepanikan dan mencekam.
Sekitar pukul 13.30, tim Surya Kiran dari India menghiasi langit dengan formasi yang merayakan hubungan India–UEA, disambut tepuk tangan meriah. Terutama setelah manuver berbentuk hati yang membuat ratusan pengunjung mengangkat ponsel untuk merekam.
Beberapa menit kemudian, deru F-35 kembali menyita perhatian publik. Tepat setelah pukul 14.10, sebuah jet lain muncul, yakni Tejas India. Sekitar tiga menit memasuki pertunjukan, pesawat itu mendadak menanjak curam sebelum tampak kehilangan tenaga di tengah pendakian, lalu menukik tajam ke area terbuka di depan para penonton. Benturannya terdengar sangat keras.
Kontan, penonton langsung panik dan suasana seketika mencekam. "Sejenak saya terpaku, ponsel masih merekam, sementara kekacauan terjadi di sekitar saya," kata seorang pengunjung asal Filipina.
Pengunjung lain menggambarkan suasana panik yang menyapu kerumunan. “Kami sedang menonton airshow dan tiba-tiba melihat asap dan ledakan. Orang-orang mulai berlari dan berteriak, lalu ambulans datang dengan cepat,” kata Shahad Alnaqbi.
Ekspatriat India, Shajudheen Jabbar, yang menonton bersama istrinya Shiny dan putrinya Ashley, mengatakan tragedi itu terjadi dalam hitungan detik.
“Pertunjukannya luar biasa sampai kecelakaan tragis itu terjadi. Dari cara pesawat itu berbelok sebelum jatuh, saya sangat yakin pilot mencoba menyelamatkan para penonton. Sangat disayangkan dia tidak bisa menyelamatkan diri,” katannya.
“Saya sedang berjalan menuju pertunjukan ketika melihat jet itu jatuh. Itu kejadian yang mengejutkan. Sulit dipercaya hal seperti ini bisa terjadi. Rasanya seperti terjadi kegagalan daya hingga jet jatuh begitu saja,” tambah Najeeb Peruli, warga lama Dubai.
Winston Lobo, warga sekitar mengatakan kecelakaan itu terasa hingga permukiman penduduk terdekat.
“Itu terjadi sangat dekat dengan rumah saya. Saya mendengar ledakan keras. Saya benar-benar mengira tumpukan pipa roboh. Jet itu jatuh di area puing yang sangat dekat dengan komunitas kami,” ujar rofesional periklanan dan PR yang telah tinggal di UEA selama 18 tahun ini.
Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataan resminya mengabarkan bahwa sang pilot pesawat Tejas yang jatuh, meninggal dunia. Komite Penyelenggara Dubai Airshow menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga pilot dan menyatakan simpati kepada Angkatan Udara India atas kehilangan tersebut.
Atraksi Udara Dilanjutkan Terbatas
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.13 waktu setempat. Setelah jeda hampir satu jam, pertunjukan udara kembali dilanjutkan pada pukul 15.40, dengan tim aerobatik yang dilaporkan sebagai Russian Knights tampil di udara.
Puncak acara ditutup oleh aksi spektakuler tim aerobatik UEA, Al Fursan, yang menampilkan formasi presisi menggunakan F-16 dengan jejak asap berwarna bendera nasional.
Namun, sejumlah pesawat yang dijadwalkan tampil, termasuk Dassault Rafale, B-52 Stratofortress, Mirage 2000-9, Sukhoi Su-57, dan lainnya, tetap berada di darat. Protokol keselamatan pascakecelakaan diduga menjadi penyebab.