Search

AS Tahan Kapal Tanker Tifani Terkait Iran di Samudra Hindia Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata

JAKARTA, (ERAKINI) — Pasukan Amerika Serikat (AS) menahan kapal tanker minyak M/T Tifani di Samudra Hindia yang masuk daftar sanksi karena diduga menyelundupkan minyak mentah Iran

Penindakan ini terjadi saat masa gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran hampir berakhir, sementara kelanjutan perundingan kedua negara berada dalam situasi genting.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan operasi dilakukan pada malam hari melalui aksi intersepsi maritim dan penindakan (boarding) terhadap kapal yang disebut tidak berbendera (stateless) tersebut di wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM).

“Pasukan AS melakukan hak kunjungan, intersepsi maritim, dan penindakan terhadap M/T Tifani tanpa insiden,” tulis Pentagon melalui pernyataan resminya, dilansir Al Jazeera. 

AS juga menegaskan komitmennya untuk mengganggu jaringan ilegal dan mencegat kapal-kapal bersanksi yang mendukung Iran, di mana pun mereka beroperasi.

Meski demikian, lokasi pasti operasi tidak diungkapkan. Seorang pejabat pertahanan AS kepada Associated Press menyebut kapal itu ditangkap di Teluk Benggala, di antara India dan Asia Tenggara, saat mengangkut minyak Iran.

Ke depan, militer AS akan menentukan nasib kapal tersebut, termasuk kemungkinan ditarik ke wilayah AS atau diserahkan kepada negara lain.

Berdasarkan data firma intelijen Vanguard Tech, Tifani merupakan kapal tanker berbendera Botswana. Sinyal terakhir kapal terdeteksi berada di antara Sri Lanka dan Selat Malaka dan mengarah ke Singapura, menurut situs pelacakan Marine Traffic.

Pentagon menegaskan bahwa perairan internasional bukanlah tempat aman bagi kapal yang terkena sanksi. Pernyataan itu turut disertai rekaman video yang menunjukkan helikopter militer melayang di atas kapal tanker berwarna oranye terang tersebut.

Laporan AFP yang mengutip firma intelijen energi Kpler menyebut kapal itu memuat sekitar 2 juta barel minyak mentah di Pulau Kharg, Iran, pada 5 April, sebelum melintasi Selat Hormuz pada 9 April.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tifani diketahui kerap melakukan transfer minyak antarkapal di perairan Singapura dan Malaysia, serta berulang kali melakukan pelayaran antara kawasan tersebut dengan tujuan Iran dan China.