Bocoran Isi Kesepakatan Iran-AS, Harga Minyak Langsung Bergejolak
Akhmad Baihaqi Arsyad
TEHERAN, (ERAKINI) - Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan semakin dekat menuju sebuah kesepakatan penting yang berpotensi mengubah peta konflik dan stabilitas geopolitik Timur Tengah. Sejumlah laporan menyebut kedua negara telah menyusun draf awal perjanjian untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sekaligus membuka jalan menuju negosiasi damai jangka panjang.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyebut dokumen tersebut kini tinggal menunggu persetujuan Presiden Donald Trump. Meski demikian, berbagai sumber dari Washington dan Teheran masih memberikan informasi yang saling berbeda terkait isi final kesepakatan tersebut.
Munculnya kabar ini langsung memengaruhi pasar global. Harga minyak dunia dilaporkan kembali melemah karena pelaku pasar mulai berharap ketegangan kawasan Teluk dapat mereda dalam waktu dekat.
Selat Hormuz Jadi Fokus Utama
Salah satu poin paling krusial dalam pembahasan adalah nasib Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia. Sumber-sumber Amerika Serikat yang dikutip berbagai media internasional menyebut Iran disebut bersedia membuka kembali akses penuh jalur tersebut setelah sebelumnya memperketat pengawasan lalu lintas maritim dan mengenakan biaya bagi kapal-kapal yang melintas.
Dalam rancangan kesepakatan itu, Iran juga disebut akan membersihkan ranjau laut yang telah dipasang di kawasan perairan strategis tersebut dalam waktu 30 hari. Sebagai imbalannya, Angkatan Laut AS dikabarkan akan menghentikan langkah-langkah pemblokiran terhadap aktivitas ekspor-impor .

















