Trump Ngamuk, Ancam Hancurkan Iran usai Aksi Saling Serang Terjadi Lagi
Akhmad Baihaqi Arsyad
WASHINGTON, (ERAKINI) - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah serangkaian serangan terbaru mengguncang kawasan Teluk. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan ancaman keras kepada Teheran dengan menyatakan bahwa Iran bisa menghadapi konsekuensi militer yang jauh lebih besar apabila kembali memicu eskalasi konflik.
Pernyataan itu muncul setelah militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran sebagai respons atas insiden yang melibatkan kapal-kapal dagang di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia.
Melalui platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa pasukan Amerika telah menyerang sejumlah aset militer Iran. "Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone serta situs radar pesisir milik Iran, karena mereka melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, LAGI!" tulis Trump.
Trump juga memperingatkan bahwa Washington dapat mengambil langkah yang lebih ekstrem apabila situasi terus memburuk. "Mungkin akan tiba saatnya kami tidak bisa lagi bersikap lunak, dan terpaksa menyelesaikan secara militer tugas yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" tegasnya.
Tidak lama setelah peringatan Trump disampaikan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan operasi militer gabungan yang melibatkan rudal dan pesawat nirawak. Serangan tersebut disebut menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di Kuwait dan Bahrain.


















