Gelombang panas di Eropa semakin parah. Terjangan panas ekstrem ini telah merenggut nyawa di Spanyol, Italia, dan Prancis. Foto: Ilustrasi/BBC/Getty Images
Dilansir BBC, Kamis (3/7/2025), di wilayah Catalonia, , dua petani tewas terjebak api saat berusaha menyelamatkan diri di dekat kota Cosco. Menurut pihak berwenang, seorang pekerja sempat meminta bantuan kepada pemilik ladangnya, namun keduanya tidak sempat kabur karena api menyebar dengan cepat di area luas.
Sementara di Italia, dua pria meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan saat berada di pantai Pulau Sardinia. Seorang pria lanjut usia juga dilaporkan meninggal akibat gagal jantung setelah berjalan memasuki rumah sakit di Genoa.
Di Prancis, seorang gadis asal Amerika Serikat berusia 10 tahun pingsan dan meninggal saat mengunjungi Istana Versailles, di barat daya Paris. Menurut laporan stasiun televisi TF1, korban jatuh pingsan di halaman istana pada Selasa pukul 18.00 waktu setempat, tepat di depan kedua orang tuanya. Meskipun tim keamanan istana dan layanan darurat berupaya menyelamatkannya, ia dinyatakan meninggal satu jam kemudian.
Menteri Transisi Ekologi Prancis, Agnes Pannier-Runacher, sebelumnya mengonfirmasi dua kematian akibat gelombang panas dan menyebut lebih dari 300 orang mendapat perawatan darurat.
Fenomena suhu ekstrem yang terjadi di benua Eropa ini disebut oleh Badan Iklim PBB sebagai dampak dari perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Spanyol dan Inggris bahkan mencatat bulan Juni terpanas sejak pencatatan suhu dimulai. Layanan Cuaca Nasional Spanyol (Aemet) menyatakan bahwa suhu rata-rata bulan lalu mencapai 23,6°C, melampaui rata-rata suhu Juli dan Agustus.
Dua korban kebakaran di Catalonia kemudian diidentifikasi sebagai pemilik lahan dan seorang pekerja berusia 32 dan 45 tahun. Layanan darurat menyebut kebakaran meluas hingga 6.500 hektare.
Aemet memperkirakan suhu di kota Cordoba, Spanyol selatan, akan mencapai 41°C pada Rabu, sementara suhu malam di kota Osuna tercatat setinggi 28°C.
Di Prancis, bulan Juni 2024 menjadi bulan Juni terpanas kedua sejak tahun 1900, hanya kalah dari Juni 2023. Empat departemen, yaitu Aube, Cher, Loiret, dan Yonne berada dalam status siaga merah akibat panas ekstrem, menurut Meteo-France.
Di Sardinia, Italia, suhu di atas 40°C telah menyebabkan kematian seorang pria 75 tahun yang jatuh sakit di pantai Budoni. Seorang pria lain berusia 60 tahun juga jatuh sakit di pantai Lu Impostu, San Teodoro.
Dua pekerja konstruksi di Provinsi Vicenza dilarikan ke rumah sakit pada Selasa pukul 15.30 waktu setempat setelah mengalami sakit akibat panas ekstrem saat bekerja di dalam lubang. Menurut kantor berita Ansa, salah satu dari mereka kini dalam kondisi koma.
Di Yunani, dua kebakaran hutan besar memicu evakuasi darurat, dengan peringatan risiko kebakaran tinggi di banyak wilayah seperti Attica, Kreta, Peloponnesos, dan Kepulauan Aegea.
Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB (IPCC) menyatakan bahwa gelombang panas kini semakin sering terjadi dan akan semakin intens akibat perubahan iklim yang disebabkan manusia.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa perubahan iklim akibat ulah manusia menjadikan cuaca panas ekstrem lebih sering dan intens.
Dalam pernyataannya, WMO menambahkan bahwa dampak panas terhadap kesehatan manusia lebih besar di kota-kota karena efek pulau panas perkotaan, yakni fenomena ketika suhu di daerah perkotaan lebih tinggi dibanding pedesaan akibat dominasi permukaan beton, bangunan, kendaraan, dan sumber panas lainnya.
“Panas tambahan di kota memperburuk stres panas dan dapat meningkatkan angka kematian selama periode panas ekstrem,” tulis WMO.