Dituding Langgar Gencatan Senjata Gaza, Hamas Justru Dibela Langsung oleh AS
Akhmad Baihaqi Arsyad
LONDON, (ERAKINI) - Di tengah situasi yang semakin memanas di Gaza, Amerika Serikat (AS) menolak tuduhan yang menyebut Hamas telah melanggar kesepakatan gencatan senjata terkait pemulangan jenazah para sandera asal Israel. Menurut laporan BBC, Kamis (16/10/2025), Washington menyatakan tidak menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan Hamas, meskipun belum seluruh jenazah berhasil dikembalikan.
Hamas sejauh ini telah menyerahkan sembilan dari total 28 jenazah yang mereka tahan. Mereka menegaskan bahwa sisa jenazah masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat agresi udara Israel, dan mengevakuasi jasad-jasad tersebut memerlukan alat berat dan proses teknis yang kompleks.
Dua pejabat tinggi dari pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa proses demiliterisasi Gaza dan pembentukan pemerintahan transisi Palestina tetap berjalan, meski terhambat oleh kondisi darurat di lapangan. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada indikasi Hamas dengan sengaja menunda atau melanggar kesepakatan yang telah dimediasi oleh AS.
“Kerusakan ekstrem di wilayah Gaza menyulitkan pencarian korban. Memulangkan semua jenazah bisa memakan waktu berminggu-minggu,” kata salah satu penasihat kepada media.


















