Pengusaha bertangan dingin, M Riza Chalid, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan kini sedang diburu. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Nama M Riza Chalid kembali jadi sorotan. Pengusaha bertangan dingin ini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan kini sedang diburu.
Riza Chalid ditetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan Pertamina dan kontraktor kerja sama (KKKS). Lantas siapa sebenarnya Riza Chalid?
Dirangkum Erakini, Jumat (11/7/2025), Riza Chalid bukan nama asing di dunia bisnis migas Indonesia. Ia dijuluki 'Saudagar Minyak' karena pengaruhnya dalam bisnis impor migas yang begitu besar.
Riza lahir pada 1960, dari pasangan Chalid bin Abdat dan Siti Hindun binti Ali Alkatiri. Di dunia migas, nama Riza tak bisa dipisahkan dari perusahaan-perusahaan seperti Global Resources Energy dan Gold Juxtapos. Pada 2008, keduanya menjadi perantara dalam pembelian minyak Zatapi untuk anak usaha Pertamina, Petral.
Namun, langkah ini menuai kontroversi lantaran terkait dengan impor 600 ribu barel minyak mentah. Meski kasusnya dihentikan karena tak dianggap merugikan negara, nama Riza tetap tercatat dalam sejarah panjang bisnis migas Indonesia yang abu-abu.
Riza juga sempat terseret dalam skandal besar “Papa Minta Saham”, kasus rekaman percakapan kontroversial antara Ketua DPR kala itu, Setya Novanto, dengan petinggi Freeport. Di sana, Riza disebut-sebut sebagai fasilitator pertemuan dan saksi kunci.
Selain bisnis migas, Riza juga pernah dipercaya sebagai wakil dari perusahaan milik keluarga Cendana, PT Dwipangga Sakti Prima, untuk membeli pesawat Sukhoi di Moskow pada 1997. Ia juga dikaitkan dengan pembelian pesawat Hercules pada 1996 yang belakangan tersandung kasus markup dari USD25 juta menjadi USD30 juta.
Riza Chalid tercatat memiliki sejumlah perusahaan berbasis di Singapura, antara lain Supreme Energy, Paramount Petroleum, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum. Nilai kekayaannya diperkirakan mencapai USD415 juta, menempatkannya dalam daftar 150 orang terkaya versi Asian Globe di peringkat ke-88.
Pada 1985, ia menikahi Roestriana Adrianti, yang akrab disapa Uchu. Kini mereka sudah dikaruniai dua orang anak.
Di balik kesibukan bisnis, Riza dikenal sebagai ayah yang sangat peduli pendidikan. Bahkan saat krisis moneter 1998 melanda, ia tetap menyekolahkan anak-anaknya di sekolah internasional bergengsi UWC South East Asia di Singapura.
Anaknya juga mengikuti jejak sang ayah sebagai pengusaha. Anak pertamanya, Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR), diketahui merupakan beneficial owner PT Navigator Khatuliwa, salah satu perusahaan yang diselidiki dalam kasus ini.
Sedangkan anak angkatnya, Gading Ramadhan Joedo (GRJ), tercatat sebagai Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus minyak mentah ini.