Cuaca Ekstrem Intai RI Sepekan ke Depan, Ini Wilayah Paling Rentan!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Memasuki penghujung September hingga Oktober 2025 mendatang, wilayah Indonesia tengah berada dalam fase transisi dari musim kemarau menuju musim hujan. Fase ini dikenal sebagai masa pancaroba, ditandai dengan cuaca tak menentu dan peningkatan frekuensi hujan deras yang muncul tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari.
Menurut analisis terbaru dari BMKG, sebagaimana dilansir Selasa (30/9/2025), fenomena atmosfer global dan regional sedang menunjukkan aktivitas tinggi. Salah satunya adalah gelombang atmosfer ekuator, seperti Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial, yang terpantau sangat aktif dan dapat memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia selama tujuh hari ke depan.
Periode pancaroba ditandai dengan pola cuaca ekstrem yang tidak merata. Udara panas sejak pagi hingga siang memicu pembentukan awan konvektif seperti Cumulonimbus (Cb), yang sering kali menjadi biang keladi hujan lebat, angin kencang, petir, bahkan hujan es. Meski berlangsung singkat, hujan semacam ini bisa menyebabkan pohon tumbang, banjir lokal, dan terganggunya aktivitas masyarakat.
BMKG mencatat sejumlah indikator global yang saat ini mendukung pembentukan awan hujan secara masif:
- Dipole Mode Index (DMI) tercatat dalam kondisi negatif (−1.15), yang berarti pasokan uap air dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia meningkat drastis.
- Madden Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif pada fase ke-3, terutama di kawasan Sumatra dan Kalimantan, memperkuat potensi di wilayah barat Indonesia.

















