LPBH PBNU: Nadirsyah Hosen Gagal Pahami Regulasi NU dan Posisi Syuriah
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Sekretaris Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Abdul Hakam Aqsho mengkritisi pernyataan akademisi NU di Nadirsyah Hosen yang menyatakan bahwa marwah organisasi NU mutlak di tangan Syuriah yang dipimpin Rais Aam.
Hakam menilai, Nadirsyah gagal memahami dinamika PBNU saat ini secara komprehensif dan kritis karena cenderung menganalisa persoalan ini tanpa data yang objektif.
“Kita tahu keputusan Syuriah yang memakzulkan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sangat serampangan karena melanggar banyak prosedur organisasi dan jauh dari nilai-nilai yang dipegang teguh oleh kiai NU selama ini. Lalu marwah seperti apa yang mereka akan tunjukkan jika justru mengarah ke kehancuran NU?” ujar Hakam di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Hakam mengaku hingga kini masih tidak habis pikir atas manuver-manuver para kiai yang dikomandoi Rais Aam KH Miftachul Akhyar. Sebab, skenario pemakzulan terhadap Gus Yahya sangatlah lemah dan kental sekali ada upaya pemaksaan.
Menurut dia, setidaknya ada tiga kekeliruan prosedural dalam upaya mencongkel Gus Yahya dari kursi ketua umum PBNU. Pertama, keputusan rapat harian syuriah yang berujung pemakzulan Jakarta pada 20 November lalu bukan bersifat pleno lengkap. Kedua, tidak ada verifikasi dokumen dan ruang klarifikasi atas berbagai tuduhan. Ketiga, pemakzulan tidak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) NU.














