Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang di Tengah Isu Penyadapan
Thomas Pulungan
BOGOR, (ERAKINI) — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 10 mantan Kapolri bersama Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/11/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung Prabowo tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan petinggi Polri. Agenda ini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah mencuatnya dugaan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo, sejumlah tokoh, dan masyarakat sipil yang disebut-sebut melibatkan seorang jenderal bintang empat serta mantan Kapolri berinisial LSP.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menghubungkan secara langsung pertemuan di Hambalang tersebut dengan pengusutan dugaan penyadapan.
Berdasarkan siaran resmi Sekretariat Presiden disebutkan, Prabowo menyambut langsung para mantan Kapolri yang datang ke kediamannya. Presiden terlebih dahulu menyalami satu per satu mantan pimpinan Korps Bhayangkara sebelum memasuki ruang pertemuan.
Sepuluh mantan Kapolri yang hadir berasal dari berbagai periode kepemimpinan Polri sejak 1998 hingga 2019. Mereka adalah Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi, Surojo Bimantoro, Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri, Timur Pradopo, Sutarman, Badrodin Haiti, Rusdiharjo, dan Tito Karnavian.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Badan Intelijen Negara M Herindra, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Yusuf Jauhari, serta Sekretaris Kabinet Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya.
Dalam pertemuan itu, Prabowo duduk di tengah meja bundar, diapit Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di sisi kanan dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di sisi kiri.
Sementara itu, sejumlah pejabat utama Polri turut berada di belakang Presiden, di antaranya Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin dan Kadiv Propam Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap.
Sekretariat Presiden menyebut pertemuan dibuka langsung oleh Prabowo. Setelah itu, beberapa mantan Kapolri mendapat kesempatan berbicara dan menyampaikan pandangan kepada Presiden.
Meski demikian, substansi pembicaraan belum diketahui secara terperinci. Istana sejauh ini hanya merilis rekaman video bagian awal pertemuan tanpa menyertakan audio pembicaraan.
Menariknya, tidak semua mantan Kapolri yang pernah menjabat dalam rentang waktu tersebut hadir. Nama Jenderal Pol (Purn.) Idham Azis, yang memimpin Polri pada 1 November 2019 hingga 27 Januari 2021, tidak tercantum dalam daftar peserta pertemuan.
Belum ada penjelasan resmi mengenai agenda khusus, pokok pembahasan, maupun alasan ketidakhadiran mantan Kapolri lainnya.
Pertemuan yang mempertemukan Presiden dengan para mantan Kapolri lintas generasi ini pun menjadi sorotan, terutama karena berlangsung ketika isu penyadapan dan dinamika internal institusi kepolisian tengah menjadi perhatian publik.


















