Ikhbarkan Awal Dzulhijjah 1444 H, PBNU Gelar Rukyatul Hilal Akhir Pekan Ini
Choirul Anam
Jakarta, erakini–Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan Rukyatul Hilal pada Ahad (18/6/2023) akhir pekan ini. Kegiatan Rukyatul Hilal dilakukan oleh PBNU dalam rangka menentukan awal Dzulhijjah 1444 H.
“Penentuan awal Dzulhijjah 1444 hijriah oleh PBNU akan dilakukan Ahad pekan ini, 29 Dzulqo’dah 1444 H bertepatan dengan 18 Juni 2023,” kata Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah PBNU, Kiai Ma’rufin Sudibyo, Kamis (15/6/2023).
Ia menjelaskan, metode penentuan awal bulan Hijriah yang diterapkan NU adalah berdasarkan rukyah hilal sebagai ibadah yang bersifat fardhu kifayah. Hal ini merujuk keputusan musyawarah nasional alim ulama NU dan muktamar NU sejak 1954 hingga 2021 Miladiyah.
Menurut Kiai Sudibyo, penentuan awal bulan hijriah yang dipedomani oleh NU didasarkan empat hal, yaitu: pertama, apabila hilal berada di bawah ufuk berdasarkan minimal lima metode falak yang qath'i, maka rukyah hilal tidak bersifat fardhu kifayah dan keputusannya adalah istikmal. Kedua, apabila hilal terukyah bil fi’li dan posisinya telah melebihi kriteria imkan rukyah Nahdlatul Ulama berdasarkan minimal lima metode falak yang qath’iy, maka kesaksian diterima dan berlaku itsbat.
Kemudian, serupa dengan butir kedua di atas, namun apabila hilal tidak terukyah bil fi’li maka berlaku istikmal. Keempat, apabila posisi hilal telah demikian tinggi berdasarkan minimal lima metode falak yang qath'i namun tidak terukyah sementara bulan Hijriah berikutnya berpotensi terpotong menjadi tinggal 28 hari apabila terjadi istikmal, maka berlaku nafyul ikmal (diabaikannya istikmal).
“Empat hal ini yang juga diputuskan Munas Alim Ulama dari tahun ke tahun,” tuturnya.
Sementara kriteria imkan rukyah yang dipedomani NU yakni tinggi hilal mar'i minimal 3º dan elongasi hilal haqiqi minimal 6,4º yang berlaku wilayatul hukmi Indonesia. Sedangkan dalam Kalender Hijriah NU pada tanggal 29 Dzulqa’dah 1444 H atau 18 Juni 2023 mendatang, tinggi hilal mar'i di Indonesia bervariasi antara 0º 04’ hingga 2º 16’ dan elongasi hilal haqiqi di Indonesia bervariasi antara 4º 33’ hingga 5º 29’.
“Oleh karena itu, sesuai dengan yang telah berlaku, maka kapan 1 Dzulhijjah 1444 H bagi NU adalah berdasarkan Ikhbar PBNU. Ikhbar akan disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum atau pengurus harian yang mewakili pada Ahad malam 18 Juni 2023 M sekitar pukul 19:00 WIB,” tegasnya.


















