Perkuat Mutu SDM, LSP Pagar Nusa Jalani Asesmen BNSP
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pagar Nusa menjalani asesmen penuh oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam proses pengajuan lisensi awal untuk mendukung penguatan mutu sumber daya manusia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa sekaligus Dewan Pengarah LSP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen mengatakan pengembangan lembaga tersebut diarahkan untuk menghubungkan pengalaman lapangan dengan standar kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita sedang membangun jembatan antara pengalaman yang tumbuh di lapangan dengan standar kompetensi yang jelas dan proses penilaian yang terpercaya,” katanya dalam kegiatan di kantor LSP Pagar Nusa, Jalan Dempo Nomor 3, Pegangsaan, Menteng, Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Tokoh yang akrab disapa Gus Nabil itu menjelaskan bahwa pengalaman bekerja dan mengabdi perlu mendapat ruang pengakuan melalui mekanisme pembuktian kompetensi yang tertib.
Menurut dia, penilaian juga perlu memberikan arah pengembangan bagi mereka yang masih membutuhkan peningkatan kemampuan. “Bagi kami, kompetensi harus dapat dibuktikan. Orang yang menjalankan suatu tugas perlu memiliki pengetahuan yang memadai, keterampilan yang teruji, serta sikap kerja yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ketua Tim BNSP Muhammad Nur Hayid menekankan bahwa pelaksanaan asesmen perlu diikuti tindak lanjut untuk memperkuat kesiapan lembaga. “Ini awal dari sebuah perjalanan,” katanya dalam penutupan kegiatan.
Ia meminta Ketua LSP Pagar Nusa M. Nashrul Fani, yang akrab disapa Boni, segera mengoordinasikan tindak lanjut hasil asesmen bersama jajaran pengelola.
Dalam pembahasan penutupan, Nur Hayid juga menanyakan kesiapan pengelola menyelesaikan perbaikan dalam waktu dua minggu. “Dua minggu cukup?” tanyanya.
Pembahasan tersebut mencakup pembagian tugas serta pelaporan perkembangan pekerjaan agar penyelesaian perbaikan dapat dipantau dan dikoordinasikan.
Tim BNSP dalam kegiatan itu terdiri atas Muhammad Nur Hayid sebagai ketua tim, Wulan Dhari sebagai anggota, dan Wahyu Yudowibowo sebagai observer.
Ketua LSP Pagar Nusa M. Nashrul Fani menyatakan kesiapan pengelola menindaklanjuti hasil asesmen sebagai dasar penyempurnaan tata kelola lembaga.
“Seluruh catatan kami terima sebagai bahan pembenahan untuk memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu lembaga,” katanya.
Ia menegaskan komitmen pengelola untuk menyiapkan proses sertifikasi yang profesional, akuntabel, dan tidak berpihak.
Sementara itu, Nabil mengingatkan bahwa keputusan sertifikasi harus didasarkan pada bukti kompetensi serta dilaksanakan secara objektif. “Setiap keputusan sertifikasi harus bertumpu pada bukti kompetensi. Kedekatan pribadi, jabatan organisasi, maupun lamanya seseorang bergabung tidak boleh menggantikan proses penilaian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan dukungan Dewan Pengarah terhadap penguatan kelembagaan dengan tetap menghormati independensi proses asesmen dan keputusan sertifikasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum PP Pagar Nusa Edy Junaedi serta jajaran pengelola LSP, antara lain Ajeng Eksa Priasni dari manajemen mutu, Yudhi Triawan dari komite skema, dan Manajer Sertifikasi Agus Bahauddin.
Adapun asesmen penuh merupakan tahapan pengajuan lisensi awal dan belum merupakan penetapan pemberian lisensi. Pengelola selanjutnya menindaklanjuti hasil asesmen sesuai prosedur BNSP.


















