Puisi-Puisi Hasan Tarowan
Hasan Tarowan
7 Hari Sebelum dan Setelah Kematian
Sebelum Kematian:
Hari Ke-7
Daun-daun berdoa lirih di dahan tua,
menunggu jatuh.
aku duduk di beranda sunyi, mengukur detak waktu. seperti ada sesuatu
yang mengendap pelan-pelan:
kullu nafsin dzaiqotul maut...
Hari Ke-6
Anak-anak kecil tertawa-tawa,
suara mereka seperti lonceng-lonceng kecil di surga.
sementara aku memanggul keheningan
seperti gendongan rahasia di punggung.
Hari Ke-5
Sore datang lebih cepat hari ini,
matahari menyingsing pelan,
seolah tahu,
bahwa aku akan segera berjalan
ke arah cahaya yang lain.
Hari Ke-4
Aku menulis surat yang tak pernah kukirim, untuk ibu, untuk langit,
untuk diriku sendiri.
tinta menjadi air mata
dan kertas menjadi perahu kecil
yang hanyut di sungai waktu.
Hari Ke-3
Seseorang mengetuk pintu dalam mimpiku, aku tidak membukanya.
namun suara itu lembut, seperti nyanyian
yang menidurkan bayi-bayi
tengah malam.
Hari Ke-2
Tubuhku mulai menjadi sunyi.
bukan karena sakit, tapi karena tahu
bahwa jiwa sedang mengemasi tasnya.
Ia melipat kenangan seperti pakaian usang, dan menyelipkan harapan terakhir
di kantong dada.


















