Segera daftar! Seleksi petugas haji tingkat pusat dibuka, pendaftaran terakhir 6 Desember 2024. Cek syaratnya di sini!
Kemenag dan Badan Intelijen Negara (BIN) telah resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) terkait pencegahan intoleransi.
Akademisi dan cendekiawan, M Quraish Shihab uraikan catatan Imam Al Ghazali dan sharing integrasi keilmuan di Rakernas Kemenag.
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa apabila ada orang-orang yang tidak benar kantornya, maka menteri harus melakukan pembersihan.
Saat ini sudah ada total 20 PTKIN berakreditasi unggul. Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong peningkatan reputasi level internasional.
Kementerian Agama berkomitmen pada pembinaan karakter siswa untuk mencegah perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi di Madrasah.
Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada seluruh ASN Kementerian Agama karena institusi ini berhasil melakukan lompatan besar sekaligus memberikan pelajaran berharga.
Sebanyak 9.843 penceramah telah menerima sertifikat kompetensi dari Kementerian Agama (Kemenag). Jumlah tersebut terhitung sejak 2020 hingga 2024.
Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama (Kemenag) melakukan finalisasi Disain Pengendalian Internal Komite Madrasah, sebagai bagian penting penataan dan penguatan Komite Madrasah.
Sebanyak 4.000 judul buku telah disediakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI di 845 perpustakaan masjid digital.
Kementerian Agama mendeklarasikan Pesantren Ramah Anak dan berkomitmen menciptakan lingkungan pesantren aman dan berkualitas.
Aplikasi Pemantauan Implementasi Moderasi Beragama (API-MB) resmi diluncurkan Kemenag. Pemantauan implementasi Moderasi Beragama kini lebih terstruktur.
RI dan Jepang membahas penguatan kerja sama bidang Jaminan Produk Halal (JPH) dalam pertemuan antara BPJPH Kemenag dengan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF).
Kementerian Agama berharap agar pesantren menjadi yang terderpan dalam penerapan moderasi beragama.
Moderasi Beragama sangat penting dalam konteks Indonesia yang multikultural. Moderat sejak dini penting untuk membentengi generasi muda menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.