Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap tiga orang terkait kasus penemuan mayat yang diketahui berinisial DDY (38)
Sekitar 160 anak tewas setiap harinya di Gaza, di mana serangan Israel telah mencapai waktu satu bulan, kata pejabat WHO.
Aksi sadis Khoiri alias Satir (53), mertua di Pasuruan, Jawa Timur, yang tega membunuh menantu perempuannya, menggemparkan warga.
irektorat Reserse Polda Metro Jaya mengungkap identitas Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan berinisial KH yang yang diduga membunuh petugas Imigrasi berinisial TF (23)
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) pada Senin (23/10/2023) mengatakan, jumlah jurnalis yang terbunuh selama konflik terbaru Israel-Palestina di Jalur Gaza telah bertambah menjadi 23 orang.
2 kasus dugaan bunuh diri mahasiswi di Semarang dalam 2 hari belakangan ini mengundang keprihatinan banyak pihak. Atas kejadian tersebut, begini pesan Wali Kota Semarang.
Diduga bunuh diri, mahasiswi Udinus Semarang berinisial EB (24) ditemukan tewas di kamar indekos-nya di Jalan Bulusan Selatan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kejam! Jurnalis terbunuh. Kantor pers Palestina di Gaza, Rabu (11/10/2023) mengatakan sedikitnya 8 jurnalis tewas dan 2 lainnya hilang dalam serangan udara Israel di Gaza.
Seorang wanita ditemukan tewas di area pintu keluar parkir mal Paragon Semarang, Selasa (10/10/2023) petang, diduga lompat dari lantai 4 mal tersebut.
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mendorong penyidik Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menerapkan Pasal 338 terhadap Gregorius Ronald Tannur (GRT). Apa alasannya?
Anak anggota DPR RI Fraksi PKB menganiaya kekasih hingga tewas. Waduh biadab. Bagaimana kronologinya?
Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menilai ada upaya pembunuhan karakter terhadap Muhaimin Iskandar terkait langkah politiknya menuju Pilpres 2024.
AdaKami diduga melakukan penagihan utang dengan cara yang tidak baik sehingga menyebabkan satu orang debitur meninggal dunia
Seorang wanita harus rela mengurungkan niat bunuh dirinya karena petugas PPSU Jakarta menahannya. Bagaimana ceritanya?
Jaksa menuntut Eks Peneliti BRIN Andi Pangerang Hasanuddin (30) 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta. Menurut Jaksa, Andi terbukti menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial