Lailatul Qadar bagi umat Islam merupakan anugerah dan karunia yang apabila mendapatkannya sungguh hal yang membahagiakan. Selain karena akan mendapatkan pahala, doa yang dipanjatkan saat Lailatul Qadar dijamin terkabul.
Ulama sekaligus mufasir Indonesia, Prof Quraish Shihab, menjelaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki beberapa makna yang dapat dipahami dari kata “qadar” itu sendiri.
Para ulama menjelaskan bahwa sebagian besar ulama mengaitkan peristiwa turunnya Al-Qur’an dengan bulan Ramadan, bahkan secara khusus dengan malam Lailatul Qadar.
Umat Islam dianjurkan membaca dan mengamalkan amaliah pada malam Lailatul Qadar. Mamam seribu bulan itu disebut-sebut turun pada 27 Ramadan.
Apa saja kegiatan umat Islam saat beri'tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan?
Berikut ini ciri-ciri bahwa Lailatul Qadar sudah menghampiri kita semua.
Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa khusus yang diyakini dapat diijabah.
Simak di sini! Berikut prediksi turunnya Lailatul Qadar dalam Kitab Hasyiyah Al Bajuri ‘ala Ibni Qaasim al Ghaazi!
Malam 27 Ramadhan identik dikaitkan sebagai salah satu malam di mana Lailatul Qadar turun. Ini bacaan doa malam 27 Ramadhan!
Simak di sini! Inilah alasan kuat Lailatul Qadar turun pada malam 27 Ramadhan!
Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan oleh umat Islam di hari-hari akhir bulan Ramadhan. Apa saja itu?
Ada beberapa keutamaan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Umat Islam dapat menggelar berbagai kegiatan ibadah di fase ke-3 Ramadhan tersebut.
Kitab Durratun Nasihin merupakan satu-satunya kitab yang memberikan penjelasan soal keutamaan salat sunnah Lailatul Qadar.
Berikut penjelasan soal Allah mengampuni dosa dirinya dan orang tuanya usai salat sunnah Lailatul Qadar.
Berikut ini penjelasan soal dianjurkannya membaca istighfar usai salat sunnah Lailatul Qadar.