Search

Perbedaan Pendapat Waktu Turunnya Al-Qur’an: 17 Ramadan, 24 Ramadan atau saat Nuzulul Qur’an?

JAKARTA, (ERAKINI) - Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Kitab suci ini berisi kalamullah yang menjadi petunjuk dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam urusan ibadah, hukum, maupun moral.

Al-Qur’an juga memiliki keistimewaan dibandingkan kitab-kitab suci sebelumnya seperti Injil, Taurat, dan Zabur. Salah satu kelebihannya adalah tidak adanya keraguan di dalamnya, sebagaimana diyakini oleh umat Islam sebagai wahyu yang terjaga keasliannya.

Dalam kitab tafsirnya, Syekh Muhammad Sayyid At-Thanthawi menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui dua tahap.

Pertama, Allah SWT menurunkannya secara keseluruhan dari Lauh Mahfudz ke langit dunia. Kedua, Allah memerintahkan Malaikat Jibril AS untuk menyampaikannya kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan umat pada saat itu.

Penyampaian secara bertahap tersebut terjadi dalam berbagai bentuk, seperti penetapan hukum, respons terhadap suatu peristiwa, perintah dan larangan, serta kisah umat terdahulu. Penjelasan ini disampaikan Syekh At-Thanthawi dalam Tafsir Al-Wasith lil Qur’anil Azhim (Daru Nahdlah, Mesir, 1997, juz I, halaman 454).

Sementara itu, ulama tafsir terkenal, Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H), dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa permulaan turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW terjadi pada malam Senin, 17 Ramadan. Namun, sebagian ulama lain menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 24 Ramadan.

Berikut penjelasan yang dinukil dalam kitab tersebut:

كَانَ ابْتِدَاءُ الْوَحْيِ إِلَى رَسُوْلِ الله يَوْمَ الْاِثْنَيْنِ، لَسَبْع عَشَرَةَ لَيْلَةُ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ وَقِيْلَ فِي الرَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْهُ

Artinya, “Permulaan wahyu (diturunkannya Al-Qur’an) kepada Rasulullah SAW bertepatan dengan hari Senin pada malam ketujuh belas bulan Ramadan. Dan dikatakan, bertepatan dengan tanggal 24 Ramadan.”

Berdasarkan pendapat tersebut, tanggal 17 Ramadan sering diperingati oleh umat Islam sebagai peristiwa Nuzulul Qur’an atau momen turunnya Al-Qur’an. Menariknya, sejumlah riwayat juga menyebut bahwa kitab-kitab suci lain yang diturunkan kepada para nabi sebelumnya juga turun pada bulan Ramadan.

Keterangan ini diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dan Al-Baihaqi dari sahabat Watsilah bin Asqa. Nabi Muhammad SAW bersabda:

أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، و أُنْزِلَتْ التَّوْارَةُ لِسِتٍّ مَضَيْنِ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْاِنْجِيْلُ لِثَلَاثِ عَشَرَةَ مَضَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الزَّبُورُ لِثَمَانِي عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأَنْزَلَ اللَّهُ الْقُرْآنَ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya, “Mushaf Nabi Ibrahim AS diturunkan pada pertama bulan Ramadan. Kitab Taurat diturunkan pada hari keenam Ramadan. Injil diturunkan pada tanggal 13 Ramadan. Zabur diturunkan pada tanggal 18 Ramadan. Al-Qur’an diturunkan pada tanggal 24 Ramadan.”

Selain itu, sebagian ulama berpendapat bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Qadr. Allah SWT berfirman:

اِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)

Artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS Al-Qadr: 1-3).

Lalu, apa hikmah diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadan?

Syekh Syihabuddin Al-Husaini Al-Alusi dalam kitab Ruhul Ma’ani fi Tafsiril Qur’anil Azhim was Sab’il Matsani (1415 H, juz XVI, halaman 60) menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan menunjukkan kemuliaan dan keagungan kitab suci tersebut.

Menurutnya, peristiwa itu menjadi istimewa karena Al-Qur’an yang mulia diturunkan pada malam yang mulia, melalui malaikat yang mulia, kepada nabi yang mulia, serta diberikan kepada umat yang dimuliakan.

Ia menjelaskan:

نُزِلَ فِيْهَا كِتَابٌ ذُوْ قَدْرٍ بِوَاسِطَةِ مَلَكِ ذِيْ قَدْرٍ عَلَى رَسُوْلِ ذِيْ قَدْرٍ لِأُمَّةِ ذَاتِ قَدْرٍ

Artinya, “(Al-Qur’an) yang memiliki kemuliaan diturunkan pada malam tersebut, melalui malaikat yang memiliki kemuliaan, untuk diberikan kepada rasul yang memiliki kemuliaan, karena umat yang memiliki kemuliaan.”

Dari berbagai penjelasan ulama tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ulama mengaitkan peristiwa turunnya Al-Qur’an dengan bulan Ramadan, bahkan secara khusus dengan malam Lailatul Qadar. Selain itu, sejumlah riwayat juga menyebut bahwa kitab-kitab suci sebelumnya turut diturunkan pada bulan yang sama.

Hikmah dari peristiwa tersebut adalah untuk memuliakan Al-Qur’an, bulan Ramadan, Nabi Muhammad SAW, serta umat Islam yang menjalankan ajaran yang terkandung di dalamnya.