Search

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, 2 Kapal Tanker Pertamina Batal Melintas

JAKARTA, (ERAKINI) – Dua kapal tanker Pertamina batal melintas menyusul penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita mengatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kapal pengangkut minyak itu dapat segera melintas serta memastikan keselamatan awak kapal.

“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman,” ujar Vega dalam keterangannya dikutip Senin (20/4/2026).

Vega mengatakan bahwa prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya. PIS berharap kondisi di Selat Hormuz dapat segera kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman.

Iran pada Jumat (17/4) sempat mengizinkan kapal tanker minyak dan kapal komersial melintas di Selat Hormuz menyusul adanya kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS). 

Dengan kebijakan Iran itu Pertamina International Shipping langsung menyiapkan rencana pelayaran untuk dua kapal tanker yang tertahan di Selat Hormuz. 

Namun, pada Sabtu (18/4/2026), Iran kembali mengumumkan jalur vital tersebut. Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali ketat militer Iran, dan akan beroperasi seperti sebelumnya.

Iran menuduh AS terus melakukan tindakan pembajakan dan perampokan di laut dengan dalih blokade, menyusul pelanggaran berulang terhadap komitmen dan rekam jejak perilaku yang dinilai buruk.

“Sebagai akibatnya, kendali atas Selat Hormuz telah dikembalikan ke kondisi sebelumnya, dan jalur air strategis ini berada di bawah pengelolaan serta pengawasan ketat Angkatan Bersenjata,” ujarnya, dikutip dari kantor berita Tasnim.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran  Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa keputusan terkait pembukaan atau penutupan Selat Hormuz tidak dibuat di ruang virtual, melainkan merupakan kewenangan penuh Iran.

Ia menyebut setiap tindakan yang dianggap sebagai blokade laut terhadap Iran pasti akan direspons secara tegas. Menurutnya, langkah tersebut akan melanggar kesepakatan gencatan senjata dan Iran akan mengambil tindakan yang diperlukan.