TANGERANG, (ERAKINI)- Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di daerahnya. Hal ini sebagai langkah mitigasi dini menghadapi puncak musim hujan siklus lima tahunan.
"Hasil kaji cepat yang dilakukan di Kota Tangerang bahwa potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, sangat tinggi karena tidak hanya akibat hujan lokal di Kota Tangerang, tetapi juga terpengaruh dengan banjir kiriman dari wilayah-wilayah sekitar apabila mengalami curah hujan yang tinggi," ujar Nurdin dalam keterangannya dikutip, Kamis (12/12/2024).
Nurdin menjelaskan, tujuan penetapan status ini adalah untuk memaksimalkan kesiapsiagaan dan memperkuat kewaspadaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana.
"Dengan penetapan status ini kita ingin agar tingkat kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh stakeholder bencana di Kota Tangerang dapat kita pacu secara maksimal," tandasnya.
Dalam rangka memaksimalkan kesiapsiagaan, Pemkot Tangerang telah mempersiapkan berbagai langkah, antara lain pembentukan posko gabungan, penyiapan sarana dan prasarana, serta penempatan personel di titik-titik rawan banjir.
Pemkot juga mengupayakan penguatan infrastruktur, seperti tanggul, serta memaksimalkan fungsi drainase, embung, dan sumur resapan untuk mengurangi risiko banjir.
Nurdin mengimbau kepada masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Salah satunya dengan melakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran air agar tidak tersumbat sampah, yang dapat menyebabkan genangan air. "Jika ada kondisi darurat, segera hubungi call center 112. Pemkot Tangerang siap melayani 24 jam," tegasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, menyatakan bahwa penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi ini penting untuk memaksimalkan persiapan menjelang puncak musim penghujan.
"Kami sudah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, seperti pemetaan kawasan, dapur umum, posko pengungsian, cadangan makanan, hingga alat pengendali banjir," ujar Herman.
Herman juga mengajak seluruh masyarakat untuk berkolaborasi dalam menjaga lingkungan masing-masing dan melakukan langkah-langkah antisipasi bersama, seperti kerja bakti dan kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk mengurangi risiko bencana banjir.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, melaporkan bahwa upaya yang telah dilakukan antara lain normalisasi 80 embung, 60 sungai, dan 8.071 saluran drainase di kawasan permukiman. Selain itu, Dinas PUPR juga telah memeriksa dan memelihara 1.350 unit pintu air dan 879 pompa banjir, serta memastikan kesiapan rumah pompa agar berfungsi maksimal saat hujan deras.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Tangerang, Ubaidillah Ansar, mengatakan bahwa sebanyak 284 personel telah disiagakan untuk menangani potensi bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan. "Kami memastikan seluruh personel siap siaga. Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk penanganan bencana yang cepat dan tepat," ungkapnya.