Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumpulkan menteri dan wakil menteri di bawah koordinasinya, Rabu (8/1/2025), untuk membahas resolusi 2025. Foto: @gusyudhoyono
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumpulkan menteri dan wakil menteri (wamen) di bawah koordinasinya, Rabu (8/1/2025), untuk membahas resolusi 2025.
Menteri yang hadir, yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, serta Kementerian Perhubungan Dudy Purwagandhi. Kemudian Wamen PU Diana Kusumastuti, Wamen Transmigasi Viva Yoga, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, serta jajaran sekretaris jenderal, dirjen, staf ahli, dan staf khusus di lima kementerian.
Salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana pembangunan infrastruktur dapat memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
"Ada outlook yang harus kita rumuskan bersama untuk 2025. Yang jelas kita ingin pembangunan infrastruktur bisa semakin berdampak, tepat sasaran untuk berkontribusi secara signifikan pada pertumbuhan ekonomi sekaligus juga kesejahteraan masyarakat," ujar AHY.
AHY ingin meyakinkan agar segala perencanaan itu benar-benar rapih dan prudent di tengah keterbatasan anggaran yang ada. Selain itu, ia ingin meyakinkan pembangunan infrastruktur, konektivitas, dan kewilayahan ke depan semakin tepat sasaran, efisien dan berdampak langsung untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
"Karena infrastruktur itu spektrumnya luas bukan hanya yang sifatnya besar ataupun yang megah, tetapi juga banyak infrastruktur dasar yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak. Kita ingin itu semua mendapatkan prioritas," tambahnya.
Menurut AHY, tahun 2025 akan menjadi resolusi mengintegrasikan pembangunan secara nasional. Resolusi tidak hanya berlaku bagi generasi muda, tetapi juga menjadi fokus utama bagi Kemenko IPK dalam mengoptimalkan koordinasi antarelemen pembangunan nasional.
"Kita selalu bertanya apa resolusi 2025? Ini bukan hanya berlaku bagi anak-anak Gen Z yang selalu bertanya apa resolusinya. Biasanya kita ingin lebih baik, sudah pasti. Bagi Kemenko Infrastruktur, resolusi 2025 ini, kami ingin semakin ketat koordinasi mengintegrasikan berbagai elemen penting pembangunan nasional," kata AHY.
AHY menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tergantung pada kerja sama yang lebih erat antara berbagai kementerian, dan koordinasi yang lebih ketat dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Untuk itu, para menteri dan wakil menteri di jajaran Kemenko IPK terus bekerja keras untuk menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi selama ini, meskipun tidak selalu berada di lapangan.
AHY mengungkapkan selalu memantau perkembangan dan langkah-langkah yang diambil oleh para pejabat terkait, untuk memastikan solusi yang tepat guna bagi pembangunan.