Meningkatkan Perdagangan Intra-ASEAN
Andi Purwono
Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) genap berusia 58 tahun pada Jumat 8 Agustus 2025 tahun ini. Selain persoalan di bidang keamanan seperti Sengketa Thailand- Kamboja yang baru terjadi, tantangan di bidang ekonomi juga nyata adanya dan tidak bisa dipungkiri.
Tema peringatan ASEAN tahun ini mengusung tema inklusif dan berkelanjutan (Towards Inclusive & Sustainable ASEAN Future) sebagai upaya meningkatkan perdagangan intra-ASEAN yang harus dilakukan, terkhusus di bidang ekonomi. Selain itu, salah satu fungsi terpenting dari organisasi internasional adalah koordinasi kebijakan, terutama menyikapi tantangan anggotanya.
Tema Hari ASEAN ke-58 tersebut mencerminkan komitmen kolektif negara anggota untuk membangun kawasan yang terbuka, adaptif, seimbang antara manusia dan alam, serta mampu menjawab tantangan global dengan semangat solidaritas. Namun demikian, harapan ideal itu menghadapi banyak tantangan ekonomi yang tidak ringan. Setidaknya ada 3 tantangan yang harus diperhatikan oleh para pemimpin negara ASEAN, sebagai berikut:
Pertama, lepas dari pemulihan pasca Covid-19, masyarakat Asia Tenggara menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi dunia akibat perang dagang dan kebijakan tarif. Terkait kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump, semula negara- negara terkena tarif berbeda- beda (15/7/2025), namun akhirnya mayoritas negara di terkena kebijakan 19%. Akibat kebijakan baru Trump mulai 1 Agustus lalu, jejak ekspor ke pasar Amerika diyakini akan mengalami perubahan signifikan.



















