Gaya Hidup Glamor ala Mike Tyson, Masih Habiskan Rp800 Juta untuk Parfum
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Legenda tinju dunia Mike Tyson mengungkap gaya hidup glamor yang masih dipertahankannya hingga kini. Meski pernah kehilangan kekayaan dan dinyatakan bangkrut dengan utang mencapai 23 juta dolar AS pada 2003, mantan juara dunia kelas berat itu mengaku masih gemar mengoleksi parfum mewah dengan nilai mencapai sekitar 50.000 dolar AS atau setara Rp800 juta.
Dalam wawancara eksklusif dengan PEOPLE yang diterbitkan pada 16 Oktober 2026, Tyson mengungkapkan bahwa parfum menjadi salah satu barang mewah yang masih rela dibelinya dengan harga tinggi. Produk yang digunakannya berasal dari AMAFFI, rumah parfum mewah asal Swiss.
“Tahu apa yang masih saya belanjakan banyak uang untuk itu? Parfum. Jika Anda pernah mendengar AMAFFI, itulah yang saya gunakan,” kata Tyson sambil tertawa.
Petinju yang kini berusia 60 tahun itu mengaku memiliki banyak botol parfum dengan nilai keseluruhan diperkirakan mencapai 50.000 dolar AS.
Menurut keterangan AMAFFI, proses pembuatan parfum mereka dapat memakan waktu hingga dua tahun. Produk-produknya dikemas dalam botol mewah yang dihiasi kristal, detail berlapis emas dan perak, serta ornamen rumit. Harga parfum yang tercantum di situs resminya berkisar antara 2.000 hingga 6.000 dolar AS per botol.
Pernah Raup Rp6,4 Triliun
Kebiasaan Tyson mengoleksi barang-barang mewah mengingatkan pada masa kejayaannya sebagai petinju profesional. Sepanjang kariernya, ia diperkirakan memperoleh pendapatan sekitar 400 juta dolar AS atau setara Rp6,4 triliun.
Namun, kekayaan tersebut tidak bertahan lama. Gaya hidup berlebihan, dugaan kerugian akibat ulah mantan manajer, serta biaya perceraian dengan Robin Givens dan Monica Turner turut disebut dalam perjalanan keuangannya yang berliku.
Pada 2003, Tyson mengajukan kebangkrutan setelah melaporkan utang mencapai 23 juta dolar AS.
Saat berada di puncak kejayaan, Tyson pernah memiliki lebih dari 25 mobil mewah, termasuk lima Bentley Azure. Ia juga pernah memelihara tiga harimau Bengal putih, lengkap dengan pelatih dan kandang khusus, serta memiliki rumah-rumah mewah dan jam tangan bertabur berlian.
Kehidupan glamor tersebut turut diwarnai kebiasaan menghabiskan uang untuk menyewa pesawat pribadi, minuman beralkohol mahal, dan kokain. Pengalaman itu kini menjadi bagian dari kisah hidupnya yang diungkap kembali dalam serial dokumenter terbaru Netflix berjudul TYSON.
Tyson mengakui bahwa menengok kembali masa lalunya bukan perkara mudah. Meski demikian, ia menilai dokumenter tersebut cukup baik dalam menggambarkan perjalanan hidupnya.
“Masa lalu adalah masa lalu. Saya hanya tidak mengerti mengapa mereka masih ingin tahu tentang saya!” ujar Tyson.
Ia mengaku terkadang merasa tidak nyaman ketika harus mengingat kembali berbagai peristiwa dalam hidupnya. Namun, ia memahami ketertarikan publik terhadap perjalanan karier dan kehidupan pribadinya yang penuh gejolak.
Fokus pada Keluarga
Setelah melewati masa sulit, Tyson kembali membangun kekayaannya melalui berbagai usaha, proyek hiburan, kerja sama sponsor, dan penampilan publik. Ia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan tinju, termasuk rencana penyelenggaraan turnamen tinju amatir Mike Tyson Invitational 3.
Di tengah upaya membangun kembali kehidupannya, Tyson mengatakan bahwa fokus utamanya kini adalah menjadi seorang ayah dan menatap masa depan.
Ia juga mengungkapkan telah menjalani 10 tahun tanpa alkohol dan kokain, sebuah pencapaian penting setelah melewati periode kehidupan yang penuh masalah.
Bagi Tyson, pengalaman buruk yang pernah dialaminya justru menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki diri.
“Segala sesuatu yang disebut negatif ternyata berubah menjadi positif bagi saya,” katanya.
Tyson menegaskan bahwa ia bersyukur atas seluruh pengalaman hidupnya karena telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.
“Saya sangat bersyukur atas semuanya karena itu membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Semua hal buruk yang terjadi pada saya, saya syukuri,” sebut Tyson.


















