Belajar sambil bermain mempermudah anak memahami pelajaran dengan baik. Foto : Oreo/Mondelez Indonesia
JAKARTA (ERAKINI) – Pendidikan memiliki peran yang sangat penting, sebagai bekal anak Indonesia untuk meraih mimpinya di masa depan. Peran orangtua dalam menerapkan pola asuh juga sebagai penentu kekuatan karakter anak.
Nycta Gina selaku public figure dan Mom Influencer menjelaskan bagaimana Ibu senantiasa berusaha membangun keseruan dalam keluarga, termasuk dalam momen belajar sehingga anak jadi lebih semangat saat belajar.
“Biasanya saya suka menggunakan media untuk menjelaskan sesuatu. Nah, anak anak biasanya kan suka belajar sambil ngemil, Saya selalu memilih Oreo untuk cemilan tersebut,’’ jelasnya saat konferensi pers Oreo di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Nycta apun menambahkan, sebagai konsumen setia Oreo, dirinya menyambut baik kegiatan yang dibuat oleh Oreo yakni program bertajuk “Oreo Berbagi Serunya Berilmu.”
Melalui program “Oreo Berbagi Serunya Berilmu”, Oreo akan mendonasikan 2,5 persen keuntungan penjualannya untuk mendukung pendidikan dengan target total penerima manfaat 1500 anak yatim piatu dan membantu mereka mewujudkan mimpi masa depan melalui penyerahan alat bantu belajar.
Zaenal Abidin selaku Direktur PT Mondelez Indonesia Manufacturing menjelaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Mondelez Indonesia, melalui brand Oreo untuk menyebarkan semangat kebaikan dengan menciptakan lebih banyak momen kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia.
Apresiasi dan dukungan pun diberikan oleh Vivi Andriani, S.T., M.Sc. selaku Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia atas dibukanya rangkaian program “Oreo Berbagi Serunya Berilmu”.
‘’Tujuan program ini ditujukan untuk mendukung pendidikan anak yatim piatu di berbagai wilayah Indonesia. Anak sebagai generasi penerus, merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Oreo untuk membantu mewujudkan mimpi anak Indonesia sejalan dengan program prioritas Kemendikdasmen,” ungkap Vivi.
Lebih lanjut mengenai pelaksanaan program, Anggya Kumala selaku Marketing Director Mondelez Indonesia mengatakan bahwa program yang resmi diluncurkan pada Maret 2025 ini berjalan secara bertahap selama enam bulan dengan total target penerima manfaat sebanyak 1500 anak yatim piatu.
“Dalam pelaksanaan di tahap pertama ini, Kami menggandeng SOS Children's Villages Indonesia sebagai partner untuk mendistribusikan donasi pendidikan untuk anak pada tingkat SD hingga SMA dengan penerima manfaat tahap pertama yakni anak yatim piatu di bawah naungan SOS Children's Villages Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mencakup wilayah Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Bali dan Flores,’’ jelasnya.
Rencanya, ujar Anggya bahwa bentuk donasi meliputi peralatan sekolah seperti laptop, tas sekolah, dan juga alat bantu belajar yang menjadikan proses belajar menjadi lebih menyenangkan dari Surya Institute.
Selanjutnya, Prof. Yohanes Surya, Ph.D. selaku Founder Surya Institute dan Pencetus Metode GASING pun mengungkapkan komitmennya untuk turut mensukseskan kegiatan ini. “Proses belajar yang menyenangkan terbukti sangat efektif untuk membantu anak lebih memahami mata pelajaran yang sering dianggap sulit, seperti pelajaran matematika. Berdasarkan data kami, melalui proses belajar dengan metode GASING yakni Gampang, Asik dan Menyenangkan, nilai rata-rata anak-anak meningkat dari 20% menjadi 80%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa proses belajar yang menyenangkan memang membantu anak untuk lebih memahami mata pelajaran,” ungkap Prof. Surya.