Search

Mengapa Flu-Batuk Merebak di Musim Hujan? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

JAKARTA, (ERAKINI) – Musim hujan kerap disertai dengan meningkatnya kasus flu dan batuk. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengapa banyak orang lebih mudah jatuh sakit saat musim hujan?

Saat memasuki musim penghujan, tubuh memang cenderung lebih rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk flu dan batuk. Banyak orang mengaitkannya dengan paparan air hujan dan udara dingin. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Flu dan batuk sebenarnya bukan disebabkan langsung oleh air hujan. Mengutip laman Science in the News dari Harvard University, terdapat sejumlah faktor yang membuat kasus penyakit meningkat saat musim hujan.

Salah satu faktor utama adalah perubahan pola aktivitas. Saat hujan, orang cenderung lebih sering beraktivitas di dalam ruangan. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan virus karena ruang tertutup memudahkan penyebaran kuman dari satu orang ke orang lain.

Selain itu, udara yang lebih dingin dan lembap dapat memengaruhi daya tahan tubuh, sehingga virus flu dan batuk lebih mudah berkembang.

Benarkah Bermain Air Hujan Menyebabkan Flu dan Batuk?
Sejak kecil, banyak orang kerap diperingatkan agar tidak bermain air hujan karena dianggap dapat menyebabkan flu dan batuk. 

Namun, kepercayaan ini sebenarnya hanyalah mitos. Anggapan air hujan sebagai penyebab flu muncul akibat kurangnya pemahaman mengenai virus dan cara penyebarannya.

Menggigil setelah kehujanan bukanlah tanda infeksi virus, melainkan respons alami tubuh akibat suhu dingin dan kondisi tubuh yang basah. Umumnya, menggigil akan berhenti dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus.

Jadi, kehujanan tidak secara langsung menyebabkan flu dan batuk. Penurunan daya tahan tubuh, udara dingin, serta kondisi ruangan yang lembap saat musim hujan mendukung perkembangan virus penyebab flu dan batuk.

Namun, Anda perlu waspada apabila menggigil disertai gejala flu berikut:
- Demam tinggi
- Batuk, baik berdahak maupun tidak
- Radang tenggorokan
- Hidung tersumbat atau berair
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Tubuh terasa lemas
- Nafsu makan menurun
- Sulit tidur

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi Flu dan Batuk di Musim Hujan
Mengacu pada laman National Health Service (NHS), terdapat beberapa langkah perawatan awal yang bisa dilakukan di rumah saat mengalami flu dan batuk, antara lain:
-  Menjaga suhu ruangan tetap hangat
-  Istirahat yang cukup
-  Memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi
-  Mengonsumsi obat pereda demam atau nyeri sesuai kebutuhan.