JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, Ramadan menjadi momentum penguatan Industri Halal nasional. Menurutnya, sektor tersebut memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Industri halal bukan sekadar memenuhi kebutuhan keagamaan masyarakat, tetapi juga merupakan peluang ekonomi yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal, Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia,” ujarnya seperti dikutip, Sabtu (14/3/2026).
Agus kemudian menyinggung soal kebijakan serifikasi halal yang diterapkan pemerintah Indonesia. Menurut dia, sertifikasi halal memberikan kepastian hukum bagi konsumen muslim. Selain itu, proses produksi halal juga menjamin aspek kebersihan serta kualitas bahan baku yang digunakan.
Menurut Agus, edukasi mengenai pentingnya produk halal juga perlu terus diperkuat oleh berbagai pihak. Sertifikasi halal dinilai mampu menjamin transparansi proses produksi bagi masyarakat yang mengonsumsi produk tersebut.
“Edukasi mengenai pentingnya produk halal perlu terus diperkuat. Sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi konsumen muslim, tetapi juga menjamin kualitas produk, keamanan bahan baku, serta transparansi proses produksi,” kata Agus.
Agus menyebut nilai ekspor produk halal Indonesia diperkirakan dapat menembus angka 50 miliar dollar AS. Angka tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, fesyen muslim, kosmetik, hingga produk farmasi.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk memperkuat daya saing melalui sertifikasi halal. Melalui program pembinaan yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian, ribuan pelaku IKM telah difasilitasi untuk memperoleh sertifikat halal.
“Melalui program pembinaan yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian, ribuan pelaku IKM telah mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk industri dalam negeri,” ucap Agus.