Lirik Lagu ‘Sesi Potret’ dari eńau dan Ari Lesmana yang Viral di Media Sosial
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Lagu Sesi Potret yang dibawakan oleh eńau bersama Ari Lesmana menarik perhatian hingga viral di berbagai platform media sosial.
Lagu yang dirilis pada 2026 ini menyentuh hati banyak pendengar karena mengangkat kisah penyesalan seseorang yang terlalu lama menunda pulang demi bekerja dan mencari nafkah.
Saat akhirnya berhasil kembali ke kampung halaman, sosok yang selama ini menjadi tujuan kepulangannya justru telah lebih dahulu meninggal dunia.
Lirik lagu ini menggambarkan kesedihan mendalam, rasa bersalah, hingga perjuangan untuk menerima kenyataan. Kalimat seperti "Hanya papan dan namamu" menjadi metafora tentang makam orang yang dicintai, sementara bagian "Soal ikhlas ternyata aku masih amatir" menggambarkan betapa sulitnya menerima kehilangan.
Selain itu, lagu ini juga menyampaikan pesan agar tidak menunda untuk bertemu, mengungkapkan rasa sayang, atau meluangkan waktu bersama keluarga. Sebab, kesempatan tersebut belum tentu datang untuk kedua kalinya.
Berikut lirik lagu Sesi Potret dari eńau dan Ari Lesmana.
Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu di ijabah sang maha kaya
Dan tahun ini kubisa pulang
Oleh-oleh sudah ditangan
Tapi anehnya bukan kau yang menyambutku
Oh ternyata kau yang lebih dulu pulang
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Ha-ha-ha-ha
Sesi potret yang selalu ku benci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Oh ho ho satu dua tiga
Ini nyata kau telah pergi
Ku bertamu kerumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Kehilanganmu


















