Search

Peristiwa Sejarah di Bulan Ramadan: Kepulangan Rasulullah SAW dari Perang Tabuk

JAKARTA, (ERAKINI) - Bulan Ramadan tidak hanya sarat dengan nilai ibadah, tetapi juga menyimpan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah kepulangan Rasulullah SAW pada 26 Ramadan setelah menjalani ekspedisi besar menuju Tabuk, sebuah misi militer terakhir yang dipimpin langsung oleh beliau.

Peristiwa yang dikenal sebagai Perang Tabuk terjadi pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah. Ekspedisi ini melibatkan Rasulullah SAW bersama para sahabat menghadapi potensi ancaman dari kekuatan Romawi di wilayah perbatasan utara Jazirah Arab, tepatnya di kawasan Tabuk.

Salah satu pemicu ketegangan adalah ancaman dari Ukaidir bin Abdul Malik, seorang pemimpin Nasrani dari Dumah yang disebut berencana memberontak dengan dukungan Romawi. Ancaman tersebut akhirnya dapat dipatahkan. Atas perintah Rasulullah SAW, Khalid bin Walid berhasil menundukkan dan menawan Ukaidir.

Selain faktor eksternal, ujian juga datang dari dalam. Sekelompok kaum munafik mendirikan Masjid Dirar dengan tujuan memecah belah umat dan menyimpangkan ajaran Islam. Mereka bahkan meminta Rasulullah SAW meresmikan masjid tersebut. Namun, setelah kembali dari Tabuk dan mengetahui motif tersembunyi di balik pendiriannya, Rasulullah SAW memerintahkan agar bangunan itu dihancurkan.

Perjalanan Berat Menuju Tabuk

Rasulullah SAW bersama pasukan berangkat dari Madinah menuju Tabuk dengan jarak sekitar 800 kilometer. Perjalanan tersebut ditempuh kurang lebih 20 hari dalam kondisi yang sangat berat, kekurangan logistik, terik matahari gurun, serta keterbatasan kendaraan.

Karena beratnya situasi, pasukan ini dikenal dengan sebutan ‘Jaisyul ‘Usrah’ atau pasukan dalam masa kesulitan. Meski demikian, semangat para sahabat tidak surut sedikit pun.

Sesampainya di Tabuk, Rasulullah SAW menyampaikan pidato yang membakar semangat pasukan. Namun, pasukan Romawi yang sebelumnya dikabarkan bersiap justru tidak muncul. Mereka mundur dan berpencar di wilayah perbatasan karena gentar melihat kesiapan dan keberanian kaum Muslimin.

Perluasan Pengaruh Islam Tanpa Pertempuran

Di tengah situasi tersebut, datang Yuhanah bin Rubbah dari Ailah menawarkan perjanjian damai. Rasulullah SAW menerima tawaran tersebut dan menuliskan kesepakatan tertulis. Dengan demikian, konfrontasi bersenjata tidak terjadi.

Sejumlah kabilah yang sebelumnya berada di bawah pengaruh Romawi kemudian menyatakan dukungan kepada pemerintahan Islam. Wilayah kekuasaan kaum Muslimin pun semakin meluas hingga mendekati perbatasan Romawi.

Kepulangan Bersejarah di 26 Ramadan

Setelah sekitar 30 hari meninggalkan Madinah, Rasulullah SAW dan pasukan kembali tanpa pertempuran besar. Kepulangan beliau pada 26 Ramadan menjadi momen bersejarah, menandai berakhirnya ekspedisi militer terakhir yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kekuatan moral, persatuan, dan keteguhan iman mampu menghadirkan kemenangan tanpa harus terjadi peperangan. Ramadan pun kembali menjadi saksi bagaimana perjuangan dan spiritualitas berjalan beriringan dalam sejarah Islam.