Thailand menggelar pemilu dini, Minggu (8/2/2026), menyusul pembubaran parlemen oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul pada Desember 2025 lalu. Foto: Bangkok Post
BANGKOK, (ERAKINI) – Thailand menggelar pemilihan umum (pemilu) legislatif dan referendum konstitusi, Minggu (8/2/2026). Pemilu digelar menyusul pembubaran parlemen oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul pada Desember 2025 lalu.
Pemilu dini digelar di tengah persaingan politik yang ketat antara Partai Bhumjaithai (BJT) dan Partai Rakyat (People’s Party/PP). Namun, Komisi Pemilihan Umum (Election Commission/EC) menegaskan pemungutan suara akan berjalan aman dan transparan.
Mengutip Bangkok Post, pemilu kali ini digelar di salah satu periode politik paling bergejolak dalam beberapa tahun terakhir. Dalam kurun kurang dari tiga tahun, Thailand telah tiga kali berganti pemerintahan, termasuk pembubaran parlemen secara mendadak pada Desember 2025 akibat tekanan politik terhadap pemerintahan konservatif Perdana Menteri Anutin Charnvirakul.
Karena itu, pemungutan suara ini dipandang krusial untuk menentukan arah politik Thailand ke depan, dengan pertarungan utama antara kubu konservatif yang dipimpin BJT dan blok reformis di bawah PP.
EC bersama Kepolisian Kerajaan Thailand (Royal Thai Police/RTP) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawasi jalannya pemilu. Fokus pengamanan ditingkatkan menyusul sejumlah masalah yang muncul saat pemungutan suara awal pekan lalu.
RTP menegaskan akan menegakkan undang-undang pemilu secara ketat dan menindak segala bentuk pelanggaran. Masyarakat diimbau mematuhi seluruh ketentuan demi kelancaran dan legalitas proses pemungutan suara.
Mekanisme Penghitungan dan Pengumuman Hasil
EC merinci mekanisme penghitungan suara untuk pemilihan anggota parlemen (MP) serta referendum amandemen konstitusi. Setelah TPS ditutup pukul 17.00 waktu setempat, penghitungan suara dilakukan secara terbuka di masing-masing TPS.
Surat suara anggota parlemen daerah pemilihan, daftar partai, dan referendum dihitung secara berurutan dan dapat disaksikan publik, kecuali TPS referendum luar daerah yang hanya menghitung suara referendum.
Hasil penghitungan kemudian diunggah melalui sistem ECT Report 69 dalam tiga tahap, yakni dokumentasi foto formulir, entri data angka, dan verifikasi akhir, sebelum dikirim ke pusat rekapitulasi distrik untuk pengecekan silang.
EC menargetkan pengesahan hasil pemilu anggota parlemen paling lambat 60 hari setelah pemungutan suara, sementara hasil referendum disahkan dalam 30 hari. Hasil tidak resmi diperkirakan mulai diumumkan sekitar pukul 18.30 dan dapat dipantau secara real time melalui situs resmi EC.
Persiapan Daerah dan Keamanan Siber
Di berbagai wilayah, persiapan pemilu berlangsung intens sejak Sabtu. Di provinsi seperti Chiang Mai, Phuket, Yala, Nakhon Pathom, dan Nakhon Ratchasima, petugas pemilu mengambil kotak suara dan logistik dengan pengamanan ketat.
Chiang Mai memiliki 2.789 TPS, termasuk lebih dari 200 TPS di wilayah terpencil dan pegunungan. Meski menghadapi tantangan logistik, seluruh distribusi berjalan lancar dengan target partisipasi pemilih mencapai 83 persen.
Untuk mendukung transparansi, National Telecom (NT) membentuk pusat pemantauan keamanan siber 24 jam guna melindungi jaringan dan data pemilu dari potensi gangguan.
Pengamanan Diperketat di Perbatasan Selatan
Sementara itu, Komando Operasi Keamanan Dalam Negeri (ISOC) Wilayah 4 memerintahkan pengetatan pengamanan di TPS wilayah perbatasan selatan Thailand, menyusul kekhawatiran potensi serangan kelompok pemberontak.
Komandan Wilayah Angkatan Darat Keempat Letnan Jenderal Norathip Phoinok menginstruksikan operasi terpadu yang melibatkan militer, kepolisian, dan pejabat administrasi provinsi melalui skema “Operasi Jaring” (Web Operation). Setiap TPS dijaga empat personel keamanan lintas lembaga, didukung patroli dan tim reaksi cepat 24 jam.
ISOC memperkirakan kelompok pemberontak dapat meningkatkan aksi kekerasan untuk mendiskreditkan pemerintah, mengacu pada serangkaian serangan sebelumnya di wilayah selatan.
Bhumjaithai Ajak Warga Gunakan Hak Pilih
Dua tokoh senior Partai Bhumjaithai, Sihasak Phuangketkeow dan Suphajee Suthumpun, menggunakan hak pilih mereka pada Minggu pagi sambil mengajak masyarakat datang ke TPS.
Sihasak, kandidat perdana menteri BJT, mencoblos di TPS 13 Kelurahan Sena Nikhom, Distrik Chatuchak, Bangkok, sekitar pukul 09.05. Ia menilai proses pemilu dan referendum tidak membingungkan serta optimistis pemungutan suara berjalan lancar.
Sementara itu, Suphajee mencoblos di TPS 143 Kelurahan Bang Talad, Distrik Pak Kret, Nonthaburi. Ia mengingatkan pemilih agar menggunakan hak pilih sebelum TPS ditutup pukul 17.00. “Pemilu ini sangat menentukan masa depan negara,” ujar Suphajee kepada wartawan, dikutip dari The Nation Thailand.