Rusia: Pernyataan EU ‘Sanksi Terhadap Moskow Tak Ancam Keamanan Pangan’ adalah Kebohongan
Akhmad Baihaqi Arsyad







Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova Saat merseponse pernyataan Borrell dalam artikelnya tentang kesepakatan biji-bijian Laut Hitam.
“Masyarakat dunia harus meminta pertanggungjawaban (Josep) Borrell karena telah menyebarkan kebohongan," kata Maria Zakharova seperti dikutip dari Anadolu.
Pernyataan Borrell, kata dia, tidak sesuai fakta ketika dia mengatakan Rusia diuntungkan dengan kesepakatan tersebut dan membantah fakta bahwa sanksi EU kepada Rusia tidak berdampak terhadap keamanan pangan global.
Zakharova menyebut pernyataan Borrell itu sebagai ‘disinformasi dan palsu’.
Penghentian kesepakatan pangan Laut Hitam oleh Rusia, kata Maria, akan membatasi peluang EU untuk mengambil keuntungan dari negara-negara yang paling rentan dan memperkaya diri mereka dengan menjual kembali biji-bijian murah Ukraina.
Zakharoba menekankan bahwa Borrell tidak mengatakan apa-apa tentang negara-negara yang membutuhkan (yang tidak menerima pupuk Rusia dan Belarus karena sanksi EU) serta dampak jangka panjang sanksi EU terhadap ketersediaan pangan global.
Pihaknya mendesak EU untuk berhenti mengganggu pasar pangan global dengan memberlakukan lebih banyak pembatasan pada produk-produk pertanian Rusia dan Belarus. Dia juga meminta blok tersebut berhenti berpura-pura menjadi pihak yang paling peduli terhadap keamanan pangan global.
Pada 17 Juli 2023 lalu, Rusia menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan biji-bijian Laut Hitam karena ada beberapa tuntutan Rusia dari perjanjian itu yang tidak terpenuhi, yaitu menghapuskan hambatan ekspor pupuk Rusia dan mengembalikan bank pertanian Rusia ke dalam sistem pembayaran internasional SWIFT.
Turki, salah satu pihak yang menandatangani kesepakatan tersebut, telah berupaya untuk mengembalikan kesepakatan itu dan meminta negara-negara Barat untuk memenuhi tuntutan Rusia.
