Dark
Light
Dark
Light
Top Banner

Tuntut Rektor Dicopot, Mahasiswa UP Blokade Jalan Lenteng Agung

Tuntut Rektor Dicopot, Mahasiswa UP Blokade Jalan Lenteng Agung

JAKARTA, (ERAKINI) - Ratusan mahasiswa Universitas Pancasila memblokade Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2024) sore. Mahasiswa menolak keras kekerasan seksual yang diduga dilakukan rektornya kepada seorang pegawai.

Mahasiswa juga menuntut agar Rektor Universitas Pancasila ETH segera dicopot. 

Akibat demonstrasi mahasiswa tersebut, arus lalu lintas macet. Tak hanya itu, mahasiswa yang berasal dari berbagai prodi tersebut membakar ban di tengah jalan.

Mereka bersama-sama mengucapkan 'Janji Mahasiswa'. Kendaraan pun dialihkan melintas di dalam kampus UP.

"Buka, buka, buka pintunya, buka pintunya sekarang juga," kata ratusan massa aksi. 

Sementara itu, pihak Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila mengatakan bahwa Rektor ETH saat ini dinonaktifkan. Hal ini berlaku hingga masa bakti rektor selesai di tanggal 14 Maret 2024. 

"Tidak mencopot, tapi menonaktifkan sampai berakhirnya masa bakti Rektor tanggal 14 Maret 2024," kata Sekretaris Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila Yoga Satrio. 

Sehari sebelumnya YPPUP telah menggelar rapat pleno di lingkungan internal untuk pembahas kasus yang tengah ditangani Polda Metro Jaya tersebut. Menurut Yoga, ETH dinonaktifkan sebagai rektor hingga masa jabatannya berakhir. 

"Sampai berakhirnya masa bakti rektor tanggal 14 Maret 2024," jelasnya.
 
Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya telah  memanggil ETH (72) untuk diperiksa pada Senin (26/2/2024). Namun ETH tidak hadir dengan alasan sedang ada kegiatan di kampus.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan penyidik telah menjadwalkan kembali pemeriksaan terhadap ETH pada Kamis (29/2/2024).

Diketahui, ETH dilaporkan oleh RZ ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/193/I/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 12 Januari 2024.
 
"Benar, ditangani Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Kombes Ade Ary Syam.


Editor:

Nasional Terkini