Search

Kabar Gembira! Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 150 Ribu Guru, Bantuan Rp3 Juta per Semester

MANADO, (ERAKINI) – Ini kabar guru bagi guru yang belum sarjana. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan program beasiswa bagi 150 ribu guru di seluruh Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D4 atau sarjana (S1) pada 2026, dengan bantuan sebesar Rp3 juta per semester.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, mengatakan, pendaftaran program tersebut sudah dibuka dan hingga kini masih tersedia karena kuota belum terpenuhi.

"Kami menyampaikan, pada tahun 2026 Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan beasiswa bagi guru-guru yang mengikuti program pendidikan D4 atau S1 sebesar Rp3 juta per semester untuk 150.000 guru di seluruh Indonesia,"  ujar Abdul Mu’ti di Manado, Selasa (21/4/2026) dikutip dari Antara.

Mu’ti menjelaskan, program beasiswa ini langkah strategis untuk meningkatkan kualifikasi guru. Setelah menyelesaikan pendidikan D4 atau S1, para guru dapat melanjutkan ke Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), memperoleh sertifikasi, hingga berpeluang mendapatkan tunjangan profesi.

“Ini bagian dari komitmen bapak Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualifikasi guru di seluruh Indonesia,” katanya.

Kunjungan Abdul Mu’ti ke Manado dalam rangka menghadiri peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Provinsi Sulawesi Utara. Peresmian tersebut dipusatkan di TK Negeri 10 Kota Manado.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga memaparkan kondisi tenaga pendidik di Sulawesi Utara. Saat ini terdapat 38.581 guru, terdiri dari 4.420 kepala sekolah dan 34.161 guru. Dari jumlah kepala sekolah ASN, sebanyak 2.961 orang sudah tersertifikasi, sementara 258 orang belum sertifikasi.

Untuk program ASN PPPK guru periode 2021–2024, total kelulusan mencapai 10.050 orang, ditambah 2.078 lulusan PPPK paruh waktu pada 2024, serta 28 orang dari rekrutmen guru PPPK sekolah rakyat.

Sementara itu, pada program PPG 2025, sebanyak 11.698 guru (70,60 persen) telah lulus, sedangkan 4.870 guru (29,40 persen) belum mengikuti atau belum lulus.

Adapun untuk program kualifikasi S1, baru 611 guru (14,43 persen) yang mendaftar, sementara 3.623 guru (85,5 persen) lainnya belum mendaftar.