Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku Utara Ridwan Kharie menutup Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah di Daerah 3T Maluku Utara, di Hotel Bela Ternate, Jumat (16/8/2024) malam. Foto: Erakini/Thomas Pulungan
TERNATE, (ERAKINI) - Sebanyak 120 guru dan kepala madrasah di daerah 3T Provinsi Maluku Utara tuntas sudah mengikuti pelatihan angkatan ke-6 yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) melalui atau Realizing Education's Promise-Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) di Kota .
Guru-guru madrasah peserta kegiatan diharapkan mengimplementasikan ilmu yang didapat dari pelatihan kepada anak didik, serta berbagi praktik baik kepada guru-guru lain di daerah maupun satuan kerja masing-masing.
Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah di Daerah 3TMaluku Utara yang berlansung sejak 13 Agustus 2024, secara resmi ditutup oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Maluku Utara Ridwan Kharie, di Hotel Bela Ternate, Jumat (16/8/2024) malam.
Ridwan Kharie berharap pelatihan ini dapat semakin meningkatkan mutu pendidikan madrasah-madrasah di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). "Mudah-mudahan dengan kegatan ini mutu pendidikan di madrasah makin bagus, semakin meningkat. Mutu pendidikan madrasah makin tambah bermutu, maju dan mendunia," ujarnya.
Ridwan mengajak para guru-guru madrasah di daerah 3T tidak patah semangat. Meskipun mengajar di daerah 3T bukan berarti cara mengajarnya juga ketinggalan.
"Saya ini juga dari daerah Kepulauan Sula, tapi bukan berarti kita yang dari daerah tertinggal terus (pengetahuan) kita harus tertinggal. Tidak ada orang yang tidak bisa pintar, semua bisa pintar, tergantung gurunya, metode pengajarannya. Ada guru yang cuman sekadar mengajar untuk melepas kewajibannya, saya ngajar mau paham atau tidak anak didik, terserah, itu tidak boleh," kata Ridwan.
Ridwan yakin dengan metode pembelajaran yang baik dari guru, maka anak didik otomatis akan semakin mudah memahami pelajaran. "Kalau ada guru yang metodenya bagus pada saat mengajar, itu siswa pada saat ujian, kalau soalnya sulit, begitu ingat wajah gurunya, itu langsung tahu jawabannya," ucapnya.
Ridwan Kharie menyadari bahwa pengorbanan guru-guru madrasah sangat luar biasa. Apalagi rata-rata madrasah di Maluku Utara, terutama di daerah 3T, adalah swasta yang dibangun oleh masyarakat demi memajukan pendidikan di daerahnya. Artinya, para tenaga pengajarnya merupakan honorer.
Meski demikian, Ridwan Kharie menyebutkan bahwa kualitas madrasah swasta juga tidak kalah dengan negeri. Ia mencontohkan beberapa siswa dari madrasah swasta di Maluku Utara akan mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional pada 2-7 September 2024 di Ternate.
"Itu berarti mutu sekolah madrasah swasta di Maluku Utara tidak kalah dari sekolah negerinya. Mudah-mudahan duta-duta Malut di KSM tingkat nasional juga meraih prestasi," ucapnya.
Sementara itu, Konsultan Komponen 3 Project Management Unit (PMU) REP-MEQR selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Hesbul Bahar meminta para peserta dapat menularkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini kepada guru-guru madrasah lain di sekolah masing-masing. Sehingga manfaat dari pelatihan ini tidak hanya dirasakan oleh para peserta, tetapi juga guru-guru lain yang belum berkesempatan mengikitu pelatihan.
Hesbul mencontohkan di beberapa daerah yang mendapat program pelatihan serupa, seperti Batam dan Kupang, para guru-guru alumni kegiatan ini sengaja membentuk forum diseminasi sebagai wadah untuk membagikan ilmu dan pengalaman yang mereka dapat selama pelatihan.
"Jadi, apa yang didapat dari pelatihan ini tidak berhenti di bapak ibu semua, namun juga guru-guru yang lain di daerah masing-masing. Kemudian, hal-hal baik itu bisa dipraktikkan di ruang kelas, sehingga murid-murid kita bisa mendapatkan manfaat dari pelatihan ini," katanya.
Hesbul menyebutkan bahwa program ini memiliki keterbatasan peserta. Tahun ini total target peserta hanya 1.200 orang untuk 10 kegiatan (angkatan) di seluruh wilayah Indonesia. Itu artinya, tidak semua guru madrasah bisa mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan. Sehingga, peran para alumni atau peserta sangat diharapkan membagikan ilmu dan pengalaman yang didapat selama pelatihan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu guru dan apresiasi setingi-tingginya sudah aktif berkegiatan dari awal sampai akhir. Insya Allah bapak ibu semua peserta mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama," tandasnya.
Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah Daerah 3T di Provinsi Maluku Utara ini merupakan angkatan ke-6. Sebelumnya pelatihan serupa sudah dilaksanakan di Batam, Palembang, Pontianak, Kupang, dan Aceh.
Pelatihan angkatan ke-6 ini difokuskan pada 3 kepulauan, yaitu Kepulauan Sula, Pulau Morotai, dan Pulau Taliabu. Dalam kegiatan ini terdapat 4 kelompok/kelas, yakn Kelas MI Literasi, Kelas MTs Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Kelas MA Bahasa Inggris, dan Kelas Kepala Madrasah. PMU REP-MEQR menghadirkan 12 Fasilitator atau Instruktur untuk mengisi materi pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif.