Risiko Cuaca Ekstrem di RI Meningkat, Ini Penyebabnya Menurut BMKG!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sederet faktor yang membuat risiko cuaca ekstrem di Indonesia meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hujan lebat bahkan sangat lebat tercatat mengguyur sejumlah wilayah hingga mencapai 50–150 mm per hari.
Sebagaimana dilansir dari laman resmi BMKG, Jumat (14/11/2025), dalam tiga hari terakhir, curah hujan tinggi tercatat di berbagai wilayah, di antaranya: Majalengka: 128,3 mm/hari, Cirebon: 123,5 mm/hari, Tangerang Selatan: 99,3 mm/hari, Balikpapan: 83,4 mm/hari, Nabire: 78,5 mm/hari, Pangkal Pinang: 75,2 mm/hari, Yogyakarta: 63,6 mm/hari.
BMKG menjelaskan bahwa hujan ekstrem ini merupakan hasil dari rangkaian faktor atmosfer berskala global, regional, hingga lokal yang kini memengaruhi dinamika cuaca di Tanah Air.
Berikut ini faktor utama yang memicu cuaca ekstrem di Indonesia!
1. Sirkulasi Siklonik yang Masih Aktif
Sirkulasi siklonik terdeteksi di Samudera Hindia barat daya Sumatera, di selatan Jawa hingga Bali, serta di wilayah tenggara Filipina. Fenomena ini diperkirakan bertahan dalam beberapa hari ke depan dan mendukung terbentuknya awan-awan konvektif penghasil lebat.

















