Letkol Inf Nur Wahyudi merupakan alumni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-6 (TN 6). Nur Wahyudi satu angkatan dengan Kapolresta Bogor Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso dan mantan Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin yang kini menjabat Wadirresnarkoba Polda Metro Jaya.
Letkol Inf Nur Wahyudi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 2001 dan berpengalaman di bidang Infanteri. Nur Wahyudi mengawali karier di Grup 1 Kopassus Serang selama dua tahun.
Pada tahun 2012, Nur Wahyudi pindah tugas ke Grup 3/Sandhi Yudha. Grup 3 adalah Satuan Kopassus yang memiliki spesifikasi tugas perang rahasia.
Ia pernah menjabat Komandan Sekolah Anti Teror di Grup Pusdiklatpassus dan bergabung dengan Satgas Unifil Lebanon. Pada tahun 2015, pria yang ahli dalam bidang menembak ini menyelesaikan pendidikan di Bandung dan kembali ke Grup 1 Kopassus Serang.
Sempat menjadi bagian dari Intel, karier Nur Wahyudi langsung melesat dengan menjabat Komandan Batalyon (Danyon) 12 Grup 1 Kopassus Serang.
Sekitar dua tahun menjabat Danyon 12 Grup 1 Kopassus Serang, Nur Wahyudi ditarik ke Jakarta. Ia diminta bergabung di Satgas Unifil Lebanon dan baru pulang ke Tanah Air pada Januari 2020.
Sepulang tugas dari luar negeri, Letkol Nur Wahyudi dipercaya memimpin teritorial sebagai Dandim 0603/Lebak pada Agustus 2020.
Nama Nur Wahyudi mulai dikenal publik ketika mempersunting aktris Juliana Moechtar. Letkol Wahyudi menikahi wanita kelahiran 1 Mei 1989 itu pada Mei 2022. Artis asal Aceh itu merupakan janda mendiang Herman Sikumbang Seventeen yang meninggal dalam bencana tsunami Anyer pada 2018.
Nama Letkol Nur Wahyudi kembali jadi sorotan setelah dilantik menjadi Dansat-81Kopassus, Sabtu (2/3/2024) pekan lalu. Jabatan yang diemban Nur Wahyudi ini bukan kaleng-kaleng. Satuan-81 atau dulu lebih dikenal sebagai SAT-81/Gultor, merupakan satuan antiteror di Kopassus setingkat Grup.
Anggota Satuan-81 terdiri dari prajurit terbaik dengan kualifikasi di atas rata-rata pasukan khusus pada umumnya. Mereka diseleksi dari satuan Kopassus. Satuan-81 Kopassus bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur.
Satuan ini dibentuk Luhut Binsar Pandjaitan pada 30 Juni 1982 dan menjadi Dansat yang pertama (1981-1990). Tidak diketahui berapa personel Satuan-81. Kekuatan dari satuan ini sengaja dirahasiakan.
Satuan-81 merupakan ujung tombak pertahanan dan keamanan Republik Indonesia. Karenanya, tidak seperti satuan lain yang selalu mengekspos kegiatan mereka, visi dan misi Satuan-81 tidak diketahui, tidak terdengar, dan tidak terlihat.
Pendirian Satuan-81 Kopassus tidak lepas dari analisis intelijen atas perkembangan eskalasi jaringan terorisme internasional pada periode 1970 hingga 1980-an.
Keinginan mendirikan Den-81 juga tak lepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981.