Kementerian Kebudayaan akan menggelar acara Chandi Summit 2025 yang berskala internasional pada 3–5 September 2025 di Bali. Ini menjadi promosi budaya Indonesia ke dunia. (Foto: Instagram/kemenkebud).
JAKARTA, (ERAKINI) - Sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi budaya nasional di mata dunia, Kementerian Kebudayaan tengah mempersiapkan penyelenggaraan Chandi Summit 2025. Acara berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 3–5 September 2025 di Bali.
Nama Chandi merupakan akronim dari Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation, yang mencerminkan fokus utama kegiatan ini—yakni pengembangan dan diplomasi budaya melalui pendekatan kreatif dan inovatif.
Agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjadikan warisan budaya sebagai kekuatan diplomasi dan identitas bangsa di era global.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat membuka konferensi pers Chandi 2025 di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Perhelatan budaya yang kita harapkan menjadi salah satu tonggak menjelang satu tahun keberadaan dari Kementerian Kebudayaan kita juga, bagian dari diplomasi kebudayaan kita dan tentu ke depannya untuk kerja sama kebudayaan,” kata Fadli Zon.
Acara yang akan dihadiri oleh sekitar 31 delegasi dari berbagai negara ini diharapkan mampu membangun jaringan kerja sama internasional di bidang kebudayaan, sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya yang efektif dan berkelanjutan.
Indonesia, dengan kekayaan budayanya yang luar biasa dan dikenal sebagai negara berkeanekaragaman budaya (megadiversity), diharapkan semakin mampu menempatkan warisan budayanya secara adil, proporsional, dan strategis dalam tataran global, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Melalui forum ini, akan ditampilkan pula berbagai bentuk warisan budaya, baik benda maupun takbenda, termasuk ragam seni pertunjukan tradisional, musik, dan tari-tarian daerah dari seluruh penjuru Nusantara — memperlihatkan kekayaan ekspresi budaya Indonesia dalam satu panggung internasional.
Menurut Fadli Zon, berkaca pada kesuksesan Pacu Jalur yang mendunia, promosi yang sistematis ini diharapkan mampu menjadi upaya promosi yang lebih efektif, mengakselerasi kerja sama kebudayaan dan diplomasi dengan berbagai negara. Selain itu, ia juga menjelaskan rangkaian Chandi turut menghadirkan pameran wayang, pameran keris, musik dan lainnya, diskusi panel, workshop.
Adapun gelaran Chandi 2025 rencananya bakal dihadiri oleh para pemimpin dunia, pembuat kebijakan, organisasi internasional, akademisi, seniman, hingga praktisi budaya dari berbagai negara di antaranya Singapura, Libya, Jordan, Kamboja, Timor Leste, Zimbabwe, Palestina, Thailand, dan Georgia, serta Uzbekistan.
Terkonfirmasi akan hadir pula India, Venezuela, Kenya, Bangladesh, Belgia, United Kingdom, Fiji, Oman, Prancis, Amerika Serikat, Iran, Cyprus, Arab Saudi, Mongolia, Irlandia, Armenia, Albania, Korea Selatan, serta Pakistan, dan Tanzania.
“Dari kanvas hingga panggung sastra, ekspresi jadi ruang Kementerian Kebudayaan dalam menjaga hidupnya karya, dialog, dan kolaborasi bangsa. Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen untuk menghadirkan ekspresi sebagai upaya diplomasi dan penghormatan atas perjalanan Indonesia. Mari rayakan ekspresi bersama dan terus dukung seniman, baca karya sastra, dan terus hidupkan budaya kita!,” demikian Kementerian Kebudayaan dikutip Erakini dari akun Instagram @kemenkebud, Senin (25/8/2025).