Angka ini meningkat signifikan pada 16 Maret 2026, dimana tercatat 1.707 jemaah juga kembali ke Tanah Air.
GKB-NU menilai eskalasi konflik tersebut berpotensi memicu perang berskala luas yang mengancam stabilitas global serta masa depan kemanusiaan.
Harga minyak dunia terus meroket setelah pasar melihat belum ada tanda-tanda berakhirnya penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Harga emas dunia di pasar spot tercatat sebesar 5.018 dollar AS per troy ons menjelang hari raya Idul Fitri atau Lebaran 2026.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa sejak awal serangan AS-Israel, sedikitnya 1.444 orang telah tewas dan lebih dari 18.500 lainnya mengalami luka-luka.
IRGC Iran mengklaim sedikitnya 100 tentara Amerika Serikat (AS) terluka dalam serangan rudal dan drone yang menargetkan Pangkalan Udara Al-Udairi di Kuwait.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) melaporkan, sekitar 140 prajurit AS mengalami luka-luka sejak operasi militer terhadap Iran dimulai.
Eskalasi konflik yang melibatkan Iran versus Israel, dan Amerika Serikat serta konflik Ukraina-Rusia memperlihatkan dengan jelas dominasi perspektif teknologi.
Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy mengatakan tim di lapangan terus melakukan pemantauan serta menjembatani komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan.
Pemerintah Iran menyebut bahwa negara-negara Eropa termasuk Prancis turut membuka jalan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang fasilitas minyak Teheran, sementara Iran tetap tak gentar, tolak tekanan dan seruan menyerah.
Pasukan elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa negaranya mampu perang sengit dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel selama berbulan-bulan.
Dalam pidato itu, Pezeshkian menjelaskan posisi Iran terkait serangan balasan yang dilancarkan negaranya serta dampaknya terhadap sejumlah negara di kawasan.
Memasuki hari ke-8, serangan udara AS dan Israel ke Iran semakin brutal. Perang ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.230 orang dan diperkirakan bakal terus bertambah.
Fakta menarik! 100 jam pertama perang Iran ternyata bikin kantong Amerika Serikat (AS) jebol, biaya tembus Rp60 triliun. Pentagon terancam minta dana tambahan.