Menhaj Gus Irfan Tunjukkan Terobosan Strategis Kemenhaj 2026 di Depan Ribuan Jemaah Haji.
Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, pengiriman ditargetkan mulai dilakukan pada pekan pertama Ramadan agar seluruh kebutuhan sudah tersedia.
Gus Irfan bersyukur kegiatan manasik sudah dapat dimulai secara nasional untuk calon jemaah haji di seluruh Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi memperkenalkan program “Beras Haji Nusantara” sebagai langkah strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji.
Gus Irfan menegaskan, keputusan ini telah disepakati bersama antara Kemenhaj dan Kemenko Bidang Pangan. Untuk menindaklanjuti hasil rapat, Kemenhaj akan membentuk Pokja Beras Haji Nusantara.
Usai mendapat penghargaan, Wamenhaj Dahnil menyoroti meredupnya peran kalangan intelektual di ruang publik akibat ekosistem yang dinilai kurang mendukung.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Tengah, H Fitriyanto, menekankan bahwa orientasi utama seluruh petugas haji adalah pelayanan kepada jemaah, bukan sekadar urusan administratif maupun kenyamanan petugas.
Pembentukan petugas haji yang berkarakter dan berkomitmen tinggi menjadi salah satu target utama Kemenhaj dalam meningkatkan mutu pelayanan jemaah.
Petugas haji harus memiliki empati, menggunakan bahasa yang santun, tidak emosional, serta bertanggung jawab atas setiap konten yang dibagikan.
Kemenhaj menegaskan, sesuai mandat Presiden, Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah berkomitmen penuh untuk memberantas praktik kartel dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Buku Paket Bimbingan Manasik Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M yang baru saja dirilis Kemenhaj dapat dibaca secara gratis dan diunduh di link berikut.
Menurut Kemenhaj, buku panduan manasik tahun ini dirancang untuk mendorong kemandirian jemaah dalam menunaikan ibadah haji dan umrah.
Menurut Gus Irfan, setiap keterlambatan, kegagalan, maupun kelalaian dalam layanan haji akan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat serta kehormatan negara.
Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah, Andi Muhammad Taufik, menegaskan bahwa pengawasan tidak semata-mata bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan jemaah terlindungi dan penyelenggara menjalankan amanah dengan baik.
Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, mengatakan bahwa mediasi merupakan bagian dari mekanisme resmi penanganan pengaduan yang mengedepankan prinsip win-win solution.