Dalam acara pelantikan ini, turut hadir Sekretaris Jenderal Kemenag Prof Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof Suyitno, serta sejumlah pejabat eselon I dan II.
IAIN Palangka Raya resmi bertransformasi menjadi UIN. Ini menjadi tonggak baru pendidikan di Kalimantan Tengah.
Siswa madrasah era modern sekarang ini tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi dalam bidang sains dan teknologi.
Menag Nasaruddin mendorong pembentukan Baitul Hikmah modern di kawasan Asia Tenggara. Indonesia, Malaysia, dan Singapura, bisa berbagi peran sebagai pusat pengembangan ilmu dan kajian Islam.
Menag Nasaruddin Umar bertolak ke Vatikan, Roma, guna menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’Egidio di Koloseum, Italia.
Di momen Malam Bakti Santri 2025, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengucapkan terima kasih ke Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian terhadap pesantren.
Prof Asep melihat pembentukan Ditjen Pesantren sebagai bentuk pengakuan substantif negara terhadap pesantren sebagai ekosistem pendidikan Islam yang telah lama menjadi benteng Islam moderat.
Pengawasan dengan pendekatan peringatan dini akan memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menjaga marwah Kementerian Agama.
Menurut hasil Survei Alvara, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menjadi menteri dengan tingkat kepuasan publik tertinggi di setahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dengan hasil survei ke AHY hingga Menag, publik menilai cukup positif kinerja kementerian yang berkaitan langsung dengan layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan keagamaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukur atas kabar tersebut. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengawal proses panjang hingga keluarnya izin pembentukan Ditjen Pesantren.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa doa dan keikhlasan para santri menjadi kekuatan spiritual yang menopang kehidupan bangsa di tengah tantangan zaman modern.
Kemenag menyampaikan bahwa tidak lama lagi Dirjen Pondok Pesantren akan disahkan. Hal itu diketahui usai pihaknya berkoordinasi dengan Presiden RI melalui Kementerian Sekretariat Negara.
Kemenag melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, untuk pertama kalinya memberikan penganugerahan Pesantren Award dalam rangka Hari Santri 2025.
Salah satu momentum bersejarah itu terjadi pada 22 Oktober 1945, ketika para santri dan ulama dari berbagai pesantren di Pulau Jawa berjuang melawan penjajah.