Menggali Kesejatian (15): Kesombongan Numerik (Angka)
Hamdan Juhannis
Saya terinspirasi dari respon seorang pembaca, M.Zikri, anggota group alumni, yang menyajikan jenis-jenis kesombongan versi ChatGPT. Penyajiannya sangat informatif. Dari inspirasi itulah saya mencoba mengurai bentuk kesombongan dan bagaimana ia berkelindan dalam kehidupan sehari-hari.
Saya perjelas sebelumnya, ini murni pengelompokan dan peristilahan yang saya buat sendiri, jadi anda boleh setuju, tidak setuju, atau mau menambahkannya.
Pertama, kesombongan absolut, kesombongan tingkat "dewa". Ibarat balon, sudah meletus. Orang dengan jenis kesombongan ini biasanya bercampur dengan sikap egois, pencampurannya sangat seimbang dan nyaris sempurna.
Biasanya orang sombong dengan jenis ini memiliki segala yang bisa disombongkan. Bahasa-bahasanya selalu terdengar "besar" dan perilakunya mencerminkan kehebatan dirinya.
Orang dengan jenis ini biasanya tidak memiliki keinginan untuk mendengar pandangan atau masukan orang-orang karena selalu melihat bahwa dirinya "lebih" segalanya dari mereka. Ciri lainnya, selalu mengontrol untuk memperlihatkan sisi yang dianggap kelemahannya.
. Setiap berbicara selalu tentang kehebatannya. Selalu tentang pencapaiannya. Diksi yang dipilihnya menunjukkan superioritas dirinya, "hanya saya", "tidak mungkin terjadi tanpa saya". "Pasti gagal tanpa restuku".



















