Para pesonel grup band Methosa Mansen Munthe (vokal), Rina Nose (vokal), Kelana Halim (bass), Agung (synthesizer) dan Dami (gitar). Band ini merilis single baru berjudul 'Bangun Orang Waras' yang berisi kritik sosial. (Foto: Instagram/methosaverse)
JAKARTA, (ERAKINI) – Grup bandMethosa baru-baru ini merilis sebuah lagu berjudul ‘Bangun Orang Waras’. Liriknya berisi kritik sosial yang lahir dari keresahan para personel Methosa akan nasib bangsa Indonesia.
Grup bandMethosa yang digawangi Mansen Munthe (vokal), Rina Nose (vokal), Kelana Halim (bass), Agung (synthesizer) dan Dami (gitar) ini menciptakan lagu tersebut yang didedikasikan untuk untuk semua rakyat Indonesia yang berani berfikir kritis tentang semua yang terjadi di tanah air.
“Lagu ini kami dedikasikan untuk semua rakyat Indonesia yang tetap WARAS dan senantiasa berani berfikir KRITIS tentang semua yang terjadi di tanah tumpah darah kita ini,” tulis grup bandMethosa yang dikutip Erakini melalui akun Instagramnya, @methosaverse, Rabu (30/102/2024).
Lirik lagu ‘Bangun Orang Waras’ mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia dan menjadi bentuk protes Methosa terhadap berbagai masalah sosial yang terjadi, terutama soal korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang merajalela di Indonesia.
Hei bangun orang waras, demokrasi sudah basi
Buah ini busuk tak ada nutrisi
Raga nya hidup, namun sukma nya mati
Hukum memang buta tapi kenal transaksi
Hey pak petani, pupuk mahal cuma modus!
Agar beras impor jalannya bisa mulus
Hey pak guru, pengangkatanmu tak diurus!
Agar gaji tetap kecil terus menerus
Hutan adat itu rumah kami, dijual kini
Ratusan tahun kami sudah di sini
Sekarang menjadi lahan sawit oligarki
Hey pemuda! Sudahkah kau dapat kerja ?
modal ijazah atau dibantu ayah
Hey, hey, hey, hey para buruh sudahkah kau beli susu?
Juga lauk pauk untuk anak istrimu
Hutan adat itu rumah kami, dijual kini
Ratusan tahun kami sudah di sini
Skarang menjadi lahan sawit oligarki