18 Negara Eropa Desak Israel-Hizbullah Hentikan Perang Sekarang Juga
Akhmad Baihaqi Arsyad
MADRID, (ERAKINI) - Gelombang tekanan diplomatik datang dari Eropa. Sebanyak 18 negara menyerukan penghentian segera konflik bersenjata antara Israel dan Hizbullah, seiring pertempuran yang telah berlangsung selama satu bulan penuh dan memicu kekhawatiran global atas potensi pendudukan wilayah selatan Lebanon oleh Israel pascaperang.
Dalam pernyataan resmi bersama, para menteri luar negeri dari berbagai negara, termasuk Italia, Spanyol, Belgia, Polandia dan Irlandia, menegaskan: “Operasi militer Israel di Lebanon dan serangan Hizbullah harus dihentikan.”
Adapun 18 negara yang terlibat dalam seruan ini meliputi: Spanyol, Austria, Belgia, Kroasia, Siprus, Estonia, Finlandia, Islandia, Italia, Irlandia, Latvia, Luksemburg, Moldova, Norwegia, Polandia, San Marino, Slovenia, dan Swedia.
Mereka juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan wilayah: “Kami mendesak Israel untuk sepenuhnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, dan menyerukan kepada semua pihak, baik Hizbullah maupun Israel, untuk menghentikan aksi militer.”
Konflik ini bermula ketika Hizbullah, yang didukung Iran, meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai respons atas operasi militer gabungan AS-Israel yang menewaskan tokoh tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

















