Tak Gubris Kecaman Dunia, PM Netanyahu Pede Israel Akan Terus Didukung AS
Akhmad Baihaqi Arsyad
YERUSALEM, (ERAKINI) - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, baru-baru ini mengadakan pertemuan penting yang menegaskan kembali kedekatan strategis antara kedua negara.
Pertemuan tersebut berlangsung bersamaan dengan KTT para pemimpin negara Arab dan Islam di Doha, yang mengecam serangan besar terhadap Qatar pekan lalu. Dalam forum tersebut, Netanyahu mengklaim bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut, sekaligus membahas langkah lanjutan dalam konflik bersenjata yang masih berlangsung di Jalur Gaza.
Dalam pertemuan selama dua jam yang digelar di kantor resmi Netanyahu di Yerusalem Barat pada hari Senin, kedua tokoh mengadakan konferensi pers bersama. Netanyahu menyampaikan bahwa Israel dan Amerika Serikat akan terus bekerja sama dalam upaya menjaga keamanan bersama. “Kehadiran Rubio menunjukkan dengan jelas bahwa Amerika tetap berdiri di sisi Israel dalam menghadapi terorisme,” ujar Netanyahu.
Ia juga menyoroti apa yang disebutnya sebagai “standar ganda” dari pihak-pihak yang mengkritik aksi Israel, termasuk Presiden AS Donald Trump. Netanyahu menegaskan kembali komitmen Israel untuk menyerang Hamas di mana pun kelompok tersebut berada.
Rubio tampak sepenuhnya sejalan dengan sikap Israel dalam isu ini. Ia menyatakan bahwa Hamas harus dihapus sebagai kekuatan bersenjata karena dianggap menjadi ancaman utama bagi stabilitas dan perdamaian kawasan.


















