Ilustrasi - BMKG menyebut bahwa angin kencang diprakirakan masih berpotensi melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga 21 Juli 2025, termasuk wilayah Jawa Barat. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa angin kencang diprakirakan masih berpotensi melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga 21 Juli 2025.
Sebagaimana dilansir dari laman resminya, Kamis (17/7/2025), BMKG merinci ada 14 wilayah yang berpotensi terjadi angin kencang periode 18-21 Juli 2025 yaitu Aceh, Kep. Riau, Jawa Barat, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang juga dapat terjadi. BMKG mengimbau masyarakat wilayah Papua Pegunungan siaga hujan lebat.
Menurut BMKG, cuaca di Indonesia pada umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan. “Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan,” katanya.
Prospek di atas, lanjut BMKG, merupakan kondisi secara umum. Menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang sangat cepat dan signifikan, khususnya pada skala harian. Selain itu, masyarakat diimbau waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
“Menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang, siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja serta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web http://www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG,” katanya.