BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga deras akan mengguyur mayoritas kota besar di Indonesia pada Senin (26/8/2024) ini. Foto: Ilustrasi/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga deras akan mengguyur mayoritas kota besar di Indonesia pada Senin (26/8/2024) ini.
Prakirawan BMKG Ida Pramuwardani menyampaikan, bahwa hujan dengan intensitas ringan, atau curah kurang dari 2,5 mm per jam, diperkirakan mengguyur kota-kota seperti Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Palangka Raya.
Selain itu, kota-kota seperti Samarinda, Banjarmasin, Gorontalo, Ambon, Sorong, Ternate, dan Manokwari juga akan mengalami hujan ringan dengan suhu berkisar antara 26-29 derajat Celsius.
Beberapa kota lainnya, termasuk Medan, Mamuju, Kendari, Merauke, Jayawijaya, Jayapura, dan Nabire, akan mengalami hujan dengan intensitas sedang, atau curah hujan lebih dari 4,0 mm per jam, dengan suhu berkisar antara 21-27 derajat Celsius.
Sementara itu, hujan disertai petir diprakirakan akan terjadi di kota-kota seperti Padang, Pontianak, Tanjung Selor, dan Kota Palu, dengan suhu berkisar antara 23-29 derajat Celsius.
Kota Manado diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas deras, yaitu curah hujan lebih dari 50 mm per jam, dengan suhu berkisar antara 24-28 derajat Celsius.
Di sisi lain, kota-kota seperti Kupang, Palembang, Yogyakarta, Mataram, Banda Aceh, Tanjung Pinang, Lampung, Serang, Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Makassar diperkirakan akan cerah hingga berawan sepanjang hari, dengan suhu berkisar antara 24-31 derajat Celsius.
BMKG juga mencatat pertumbuhan awan penghujan yang terjadi akibat pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah, seperti Aceh-Selat Malaka, Sumatera Utara-Jambi, dan Laut Sulawesi-Samudera Pasifik Timur Filipina. Angin permukaan di Indonesia umumnya bertiup dari arah timur dan tenggara dengan kecepatan 10-45 km per jam.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi gelombang air laut tinggi, yaitu 2,5-4 meter, yang diprakirakan terjadi di perairan Pulau Enggano, Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai-Lampung, Selat Sunda Bagian Barat-Selatan, dan Samudera Hindia Selatan Jawa. Masyarakat di Kepulauan Riau dan pesisir Jawa Barat juga diingatkan mengenai potensi banjir rob.
BMKG sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir atau angin kencang selama periode 23-28 Agustus 2024.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengungkapkan, saat ini wilayah selatan Indonesia, termasuk pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, masih mengalami musim kemarau dengan dominasi cuaca cerah hingga berawan.
Namun, dalam sepekan ke depan terdapat peningkatan potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan utara, yang meliputi sebagian Sumatra bagian Utara hingga Tengah, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Peningkatan potensi hujan ini dipengaruhi oleh aktivitas fenomena cuaca global, berupa gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan MJO; daerah pertemuan dan perlambatan angin; serta labilitas atmosfer yang menciptakan kondisi udara labil dan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Kondisi ini akan berlangsung hingga akhir Agustus. Karenanya, masyarakat diminta untuk waspada dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Wilayah berpotensi hujan dengan intensitas sedang-Lebat yang disertai kilat/angin kencang pada periode 23-28 Agustus 2024, di yaitu:
Aceh
Sumatra Utara
Sumatra Barat
Riau
Kepulauan Riau
Bengkulu
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Selatan
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat
Papua Barat Daya
Papua
Papua Tengah
Papua Selatan