5 Fakta Terbongkarnya Dugaan Markas Judi Online di Rumah Dinas TNI Cijantung
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Dugaan praktik judi online (judol) di sebuah rumah dinas TNI di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, terungkap setelah warga melaporkan aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.
Sebanyak 11 orang warga sipil turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait aktivitas di lokasi itu. Berikut 5 fakta mengenai terungkapnya dugaan markas judi online di rumah dinas TNI Cijantung tersebut:
1. Terungkap berkat laporan warga
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari kepedulian warga yang melihat aktivitas tidak biasa di salah satu rumah di Kompleks KPAD Cijantung.
Warga kemudian melaporkan kecurigaan tersebut sehingga aparat melakukan penelusuran dan menindaklanjuti informasi yang diterima.
"Pengungkapan tersebut berawal dari laporan dan kepedulian warga yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di lingkungan tersebut," kata Donny dalam keterangannya, dikutip Senin (12/10/2026).
2. Video dugaan judi online viral di media sosial
Dugaan aktivitas perjudian daring di rumah dinas itu semakin menjadi sorotan setelah sebuah video beredar di media sosial. Rekaman tersebut diunggah melalui akun Instagram @badanperwakilannetzen2.
Dalam keterangan unggahan, video disebut direkam pada Minggu (4/10/2026) di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur.
Rekaman itu memperlihatkan sejumlah orang berada di sebuah ruangan yang dilengkapi banyak komputer. Perekam video menduga perangkat tersebut digunakan untuk menjalankan aktivitas judi online.
Video yang beredar tersebut kemudian menarik perhatian publik dan turut menyoroti dugaan penyalahgunaan rumah dinas di lingkungan kompleks TNI.
3. Lokasi diamankan dan barang bukti disita
Menindaklanjuti laporan warga, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan mendatangi rumah yang dimaksud.
Petugas kemudian mengamankan lokasi dan sejumlah barang bukti untuk mendukung proses pemeriksaan. Rumah dinas tersebut juga dipasangi garis polisi, sementara aliran listrik di lokasi diputus sebagai bagian dari langkah pengamanan.
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, penanganan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk membantu mengungkap dan memberantas praktik judi online.
4. Sebanyak 11 orang warga sipil diamankan
Dalam penanganan awal kasus tersebut, aparat mengamankan 11 orang yang berada di lokasi. Donny menyebutkan, seluruh orang yang dibawa untuk menjalani pemeriksaan merupakan warga sipil.
Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Selanjutnya, kesebelas orang tersebut dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman.
"Dari 11 orang yang diamankan, seluruhnya merupakan warga sipil. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan, yang selanjutnya dibawa ke Denpom untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait aktivitas yang dilakukan di lokasi tersebut," ujar Donny.
5. KSAD Maruli Simanjuntak janjikan tindakan tegas
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, TNI AD akan mengambil tindakan tegas apabila dugaan penyalahgunaan rumah dinas tersebut terbukti.
Maruli juga memastikan bahwa setiap laporan mengenai dugaan pelanggaran akan direspons dengan cepat oleh jajarannya.
"Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat," kata Maruli.


















