Daftar 10 Jenderal Bintang 4 TNI-Polri Aktif di Lingkaran Prabowo
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Presiden Prabowo Subianto kini memiliki 10 jenderal bintang 4 TNI-Polri di lingkaran pemerintahannya. Terbaru adalah Jenderal TNI Richard Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari.
Keduanya dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Kamis (15/10/2026). Pengangkatan keduanya menambah daftar perwira tinggi TNI yang menduduki jabatan strategis di pemerintahan dan menyandang pangkat bintang empat.
Richard yang sebelumnya berpangkat Letnan Jenderal kini menyandang pangkat Jenderal. Sementara itu, Yusuf naik dari Marsekal Madya menjadi Marsekal.
Di Kementerian Pertahanan, Yusuf membidangi logistik, industri pertahanan, dan teknologi. Adapun Richard bertanggung jawab atas strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan pertahanan.
Selain kedua Wamenhan tersebut, sejumlah perwira tinggi TNI-Polri juga memegang jabatan strategis, mulai dari Panglima TNI, kepala staf angkatan, Kapolri, hingga pejabat yang mendapat penugasan di lingkungan pemerintahan.
Lantas, siapa saja jenderal TNI-Polri yang masuk dalam daftar tersebut?
1. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto
Jenderal TNI Agus Subiyanto dilantik Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai Panglima TNI pada Rabu (22/11/2023). Agus menggantikan Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono yang memasuki masa pensiun.
Sebelum menjabat Panglima TNI, Agus mengemban tugas sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Sebagai pimpinan tertinggi TNI, Agus memimpin tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Agus bertanggung jawab atas pembinaan kekuatan TNI, kesiapan operasional, serta pelaksanaan tugas pertahanan negara.
2. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada Kamis (1/10/2026).
Pengangkatan Suyudi dilakukan setelah Komisi III DPR RI menyetujui pencalonannya melalui uji kelayakan dan kepatutan. Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi. Setelah dilantik, Suyudi menyandang pangkat Jenderal Polisi.
3. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah Presiden Prabowo memberhentikannya dari jabatan Kapolri pada Kamis (1/10/2026).
Listyo memimpin Polri selama sekitar lima tahun delapan bulan sejak dilantik Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2021. Posisinya sebagai Kapolri kemudian digantikan Suyudi Ario Seto.
Setelah pergantian tersebut, Prabowo melantik Listyo sebagai KSP. Pengalaman panjangnya memimpin Polri menjadi bagian dari rekam jejak Listyo dalam mengemban penugasan strategis di pemerintahan.
Sebagai KSP, Listyo bertugas membantu Presiden dalam mengendalikan program-program prioritas pemerintah serta memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai arahan Kepala Negara.
4. Kepala Badan Reforma Agraria Nasional Jenderal Polisi Dedi Prasetyo
Jenderal Polisi Dedi Prasetyo sebelumnya menjabat Wakil Kepala Polri (Wakapolri) dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi.
Pada Kamis (1/10/2026), Prabowo memberhentikan Dedi dari jabatan Wakapolri dan menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai penggantinya.
Dedi kemudian mendapat penugasan sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN). Dalam informasi yang menjadi dasar naskah ini, pengangkatan tersebut disebut diikuti kenaikan pangkat dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi.
Penugasan itu menempatkan Dedi dalam jajaran pejabat yang mengemban tanggung jawab strategis di luar struktur organisasi kepolisian.
5. Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjabat Wakil Panglima TNI setelah dilantik Prabowo pada Kamis (15/10/2026).
Sebelumnya, Maruli mengemban tugas sebagai KSAD. Pergeseran jabatan tersebut menempatkannya pada posisi strategis untuk membantu Panglima TNI menjalankan tugas organisasi dan mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan pertahanan.
Pelantikan Maruli sekaligus menjadi bagian dari perubahan susunan pimpinan di lingkungan Markas Besar TNI.
6. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita
Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dilantik Prabowo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada Kamis (15/10/2026).
Tandyo menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang pada hari yang sama dilantik sebagai Wakil Panglima TNI. Sebelum pergantian jabatan tersebut, Tandyo menjabat Wakil Panglima TNI, sedangkan Maruli merupakan KSAD.
Sebagai KSAD, Tandyo bertanggung jawab memimpin pembinaan TNI Angkatan Darat, mulai dari kesiapan personel hingga pengembangan kemampuan operasional untuk mendukung pertahanan negara.
7. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali
Laksamana TNI Muhammad Ali dilantik Joko Widodo sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) pada Rabu (28/12/2022). Ali menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono yang pada hari yang sama dilantik sebagai Panglima TNI.
Sebelum menjadi KSAL, Ali menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan). Pengangkatannya sebagai KSAL diikuti kenaikan pangkat dari Laksamana Madya menjadi Laksamana.
Sebagai pimpinan TNI Angkatan Laut, Ali bertanggung jawab atas pembinaan kekuatan laut, kesiapan operasional, serta pengembangan kemampuan pertahanan maritim Indonesia.
8. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono
Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dilantik Joko Widodo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada Jumat (5/4/2024).
Tonny menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang memasuki masa pensiun. Sebelum menjabat KSAU, Tonny mengemban tugas sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II.
Pengangkatannya sebagai KSAU diikuti kenaikan pangkat dari Marsekal Madya menjadi Marsekal. Sebagai pimpinan TNI Angkatan Udara, Tonny bertanggung jawab atas pembinaan kekuatan udara dan kesiapan operasional dalam menjaga pertahanan wilayah udara Indonesia.

















