PBB Kecam Serangan Houthi, Kemlu Arab Saudi: Mereka Targetkan Fasilitas Umum
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyambut kecaman Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap serangan milisi Houthi yang menargetkan wilayah kerajaan tersebut. Pihak Arab Saudi menyebut, serangan meliput fasilitas sipil atau fasilitas umum, bandara, dan infrastruktur energi, serta ancaman berkelanjutan terhadap pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun media sosial X pada Jumat (16/10/2026), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan pentingnya seruan Dewan Keamanan PBB untuk mencegah kelompok Houthi memperoleh senjata.
"Kami menekankan pentingnya seruan Dewan Keamanan untuk bekerja sama mencegah Houthi memperoleh senjata," demikian pernyataan kementerian tersebut seperti dilansir dari Arab News, Jumat (16/10/2026).
"Kami menghargai solidaritas Dewan Keamanan dalam menghadapi serangan yang menargetkan warga sipil," lanjut pernyataan itu.
Sementara itu, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi pada Jumat sempat mengeluarkan peringatan potensi bahaya di wilayah Yanbu melalui Platform Peringatan Dini Nasional.
Namun, peringatan tersebut dicabut tidak lama setelah diumumkan. Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB pada Kamis mengecam keras peningkatan serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Dewan juga menegaskan bahwa kerajaan tersebut memiliki hak inheren untuk membela diri.
Dalam pernyataan presidensialnya, Dewan Keamanan secara khusus menyoroti serangan mematikan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada bulan ini.
Dewan mengecam serangan yang disebut sembrono pada 10 dan 11 Oktober yang menargetkan bandara tersebut. Serangan itu dilaporkan menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, pada Kamis mengatakan bahwa kelompok Houthi yang didukung Iran telah melancarkan 20 serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid sejak 1 Oktober.
Dewan Keamanan PBB juga menyoroti sejumlah serangan terhadap bandara lain dan fasilitas Saudi Aramco di berbagai wilayah kerajaan.
Serangan tersebut dinilai telah mengancam penerbangan sipil dan infrastruktur energi, sekaligus menyebabkan warga sipil tewas dan terluka.
















