Mengenal Sosok Sastrawan Seno Gumira Ajidarma dengan Sederet Karya Fenomenalnya
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Seno Gumira Ajidarma adalah tokoh penting dalam dunia kesusastraan dan jurnalistik Indonesia. Seno yang lahir pada 19 Juni 1958 di Boston, Massachusetts, Amerika dikenal sebagai pengarang serba bisa. Ia menulis puisi, cerpen, esai, novel, naskah drama, bahkan komik.
Gaya tulisannya sering memuat kritik sosial dan politik, menjadikannya sastrawan yang tajam dan relevan dalam membaca realitas. Seno sempat menakhodai Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai rektor periode 2016-2020.
Latar Belakang Pendidikan dan Awal Kiprah
Melansir laman IKJ, Seno bekerja sebagai wartawan sejak 1977 sembari kuliah di Jurusan Sinematografi, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ), antara lain di Majalah kampus Cikini, pimpinan redaksi Sinema Indonesia (1980), redaktur Zaman (1983-1984) dan majalah Jakarta-Jakarta (1985—1992).
Alumnus IKJ 1994 ini kemudian menyelesaikan studi di Magister Ilmu Filsafat, Universitas Indonesia (2000) dan lima tahun kemudian ia meraih gelar Doktor Ilmu Sastra dari Universitas Indonesia (2007) serta mengajar di berbagai perguruan tinggi.
Penulis fiksi maupun nonfiksi yang seringkali mengedepankan masalah sosial dan politik ini mendapat sejumlah penghargaan sastra, baik di kancah bergengsi dalam negeri dan mancanegara.
Penghargaan Dimny O'Hearn Prize for Translation, Australia (1977), South East Asia Write Award, Bangkok, Thailand (1997), Chatulistiwa Literary Award (2005) adalah beberapa di antaranya, namun penerima Penghargaan Penulisan Karya Sastra dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ini menolak Ahmad Bakrie Award (2012) untuk bidang kesusastraan dari Freedom Institute.

















