Puisi-Puisi Khanafi
Khanafi
Di Pelabuhan Matamu
Di pelabuhan matamu
perahu jiwaku sampai
lihat, betapa bengkak rindu
betapa sesak dadaku sebab penyesalan
Aku menunggu laut
menghabiskan air matamu
tetapi tak kunjung larut
tak muncul juga senja
yang hampir surut
Di dasar matamu
aku kuyup merangkai luka
tak habis menafsir bibir
yang sibuk merapal duka
sedang dadaku kebak kata-kata
2024
Rumput Dukacita
Di dadaku tumbuh rumput
tempat igau dan isak berkilau
matahari sesak terperangkap di ujungnya
yang berembun air mata
Kesedihan yang kuning dan basah
mimpi buruk yang tersimpan dalam gigil
di dadaku napas rumput tegak melampaui sajak
hidupku yang gelap merangkak
bagai semut hitam menuju puncak derita
kemudian jatuh bagai sisipus
Aku meninggalkan wajahmu
pada lanskap semak-semak
kota-kota milik serangga luka
yang terus melemparkan nyanyi
pada pilu dan bisu batu
Aku menjelma hutan dalam puisi
kebuasaan bersembunyi di rongga jiwaku
rerupa bunyi sepi gugur bagai daun-daun
menghapalkan baris-baris perih
dan bait sakit yang semakin jadi langit
Di dadaku tumbuh rumput
yang terus menebalkan kesedihan
menyusun rangkaian maut
dari puing-puing kenangan
2024
Meski Seluruh Derita Datang
Meski seluruh derita datang padaku
akan tetap kutuliskan ngilu untukmu
akan terus kubisikkan maut ke telingamu


















