Harga minyak dunia merosot tajam usai Iran mengumumkan Selat Hormuz kembali sepenuhnya terbuka bagi kapal komersial.
Harga minyak dunia kembali turun pada Selasa (14/4/2026), seiring munculnya harapan akan adanya perundingan damai lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga minyak dunia langsung melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana memblokade Selat Hormuz, Minggu (12/4/2026).
Harga minyak dunia kembali naik seiring meningkatnya kekhawatiran atas rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul gelombang serangan Israel ke Lebanon.
Arab Saudi memperingatkan harga minyak dunia bisa melonjak hingga USD180 per barel jika gangguan di jalur distribusi utama, Selat Hormuz, terus berlanjut.
Harga minyak dunia terus meroket setelah pasar melihat belum ada tanda-tanda berakhirnya penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Harga minyak dunia berpotensi naik jika perang Iran-Israel terus berlarut-larut. Kondisi ini dapat memicu tekanan terhadap harga BBM di Indonesia.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi pelemahan permintaan, bahkan di tengah musim panas yang biasanya menjadi periode konsumsi tertinggi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Serangan Iran yang meluncurkan sekitar 200 rudal balistik ke Israel, memicu lonjakan harga minyak dunia dan dikhawatirkan mengganggu produksi.